Riset JLL : Indonesia Pimpin Tren Global Kembali ke Kantor
- 07 Mar 2026 12:46 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta : Indonesia menjadi pemimpin global dalam penerapan kebijakan kembali ke kantor (return to office/RTO). Berdasarkan riset Jones Lang LaSalle (JLL) Workforce Preference Barometer menunjukkan bahwa sebanyak 87% karyawan korporasi di Indonesia kini bekerja dibawah mandat RTO atau skema hybrid terstruktur, tertinggi di dunia dan hampir dua kali rata-rata Asia Pasifik.
Temuan ini menegaskan perubahan penting dalam dinamika pasar perkantoran nasional, seiring meningkatnya kembali aktivitas kerja fisik dan pulihnya permintaan terhadap ruang kantor berkualitas tinggi, khususnya gedung premium di Jakarta.
Permintaan ruang kantor pada kuartal IV 2025 tercatat sebagai yang terkuat sejak kuartal III 2019. Dengan tidak adanya tambahan pasokan baru hingga 2028, ruang tersedia gedung premium di Jakarta diperkirakan semakin terbatas dalam beberapa tahun ke depan.
James Taylor, Kepala Departemen Riset JLL Indonesia menyampaikan bahwa tren ini menjadi sinyal positif bagi siklus pasar perkantoran. Indonesia menunjukkan momentum pemulihan yang kuat. Tingginya kebijakan kembali ke kantor mulai mengurangi tingkat kekosongan, terutama di gedung Grade A.
"Dengan pasokan baru yang terbatas dalam beberapa tahun ke depan, perusahaan yang membutuhkan ruang berkualitas tinggi perlu mengambil keputusan lebih cepat untuk mengamankan lokasi strategis," ujar James dalam keterangan resminya, Sabtu, 7 Maret 2026.
Kembalinya aktivitas kerja ke kantor tidak dipandang sebagai beban bagi mayoritas pekerja di Indonesia. Survei terbaru menunjukkan hampir 90% karyawan Indonesia memiliki sentimen positif terhadap kerja di kantor, jauh diatas rata-rata global yang berada di angka 72%.
Kesiapan tenaga kerja dalam menghadapi era kecerdasan buatan (AI) dinilai lebih unggul dibanding negara lain di kawasan Asia Pasifik. Sekitar 76% pekerja Indonesia tercatat telah menerima pelatihan penggunaan aplikasi berbasis AI, angka ini tertinggi di antara pasar regional.
Perubahan pola kerja pasca pandemi mendorong peran pengelolaan ruang kerja menjadi semakin strategis. Corporate real estate kini semakin terintegrasi dengan kebijakan sumber daya manusia, terutama dalam mendukung produktivitas, pengalaman karyawan dan desain organisasi kerja hybrid.
Kepala Departemen Office Leasing JLL Indonesia, Rosari Chia mengatakan, perubahan ekspektasi tenaga kerja telah mengubah cara perusahaan memandang kantor secara fundamental.
"Perusahaan kini melihat kantor bukan lagi sekedar tempat bekerja, tetapi sebagai aset strategis yang berperan langsung dalam produktivitas," katanya.
Menurutnya, permintaan terhadap ruang berkualitas tinggi terus meningkat karena perusahaan membutuhkan workplace yang mampu mendukung eksistensi karyawan.
"Kolaborasi, pengalaman karyawan, juga identitas kantor secara tidak langsung mendukung strategi jangka panjang organisasi," ucap Chia.
Dengan meningkatnya kehadiran pekerja ke kantor dan berubahnya ekspektasi tenaga kerja, perusahaan dituntmenata ulang strategi ruang kerja agar selaras dengan kebutuhan bisnis masa depan.
Workforce Preference Barometer JLL merupakan survei global yang melibatkan 3.100 pekerja di sembilan pasar Asia Pasifik dari berbagai sektor, termasuk jasa keuangan, teknologi, manufaktur, dan institusi publik. Survei ini juga mencakup 150 responden korporasi di Indonesia, yang hasilnya diharapkan dapat menjadi acuan bagi penyewa dan investor dalam menyusun strategi properti komersial.