Pupuk Indonesia, Tingkatkan Swasembada Pangan di Utara Jakarta

  • 29 Des 2025 07:30 WIB
  •  Jakarta

KBRN, Jakarta: Jakarta Utara tidak hanya memiliki kawasan pesisir yang banyak dihuni oleh para nelayan, namun, di wilayah Rorotan hingga Marunda Kecamatan Cilincing, terdapat juga area persawahan yang masih tersisa. masih menyisakan ratusan hektare lahan persawahan yang menjadi penopang ketahanan pangan ibu kota. Ketersediaan pupuk dan pemanfaatan teknologi pertanian punya peran menjaga produktivitas padi dan sayuran di kawasan tersebut.

Asmat (62) ketua Kelompok Tani Maju Bersama mengatakan, meskipun saat ini lahan persawahan di Rorotan dan Marunda tinggal ratusan hektar tersisa, namun semangat untuk menanam benih tetap terjaga, selama pupuk dan lahan persawahan di Utara Jakarta masih ada.

"Saat ini di Rorotan tinggal 317 hektar lahan yang tersisa, sementara lahan persawahan di Marunda hanya 40 hektar lahan yang masih di garap, namun petani disini tetap menjaga demi ketahanan pangan di Jakarta," kata Asmat.

Kini petani Rorotan dan Marunda telah berhasil meningkatkan hasil panen padi dan sayuran dengan menggunakan teknologi pertanian modern dan pupuk Indonesia. Hasil panen mereka telah memenuhi kebutuhan pangan masyarakat lokal. Dengan layanan pertanian yang tersedia, petani di Utara Jakarta dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan, serta menjaga sustainability pertanian dan lingkungan.

‘Alhamdulillah, dengan kerja keras dan inovasi, petani lokal di Utara Jakarta telah berhasil mewujudkan swasembada pangan,’ ujar Asmat.

Bagi para pejuang pangan di Ibu Kota Jakarta, pupuk adalah benih untuk bertahan hidup, meskipun hama, banjir, dan berkurangnya lahan menjadi tentangan tersendiri bagi mereka yang tetap berharap lahan persawahan di Rorotan dan Marunda menjadi lahan abadi demi keberlangsungan hidup para petani dan peningkatan swasembada pangan di Ibu Kota.

Rekomendasi Berita