Pantau Pos K3 Mudik, Menaker Yassierli Ingin Mudik Berjalan Aman, Nyaman, dan Selamat

  • 16 Mar 2026 23:19 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan Yassierli meninjau pelaksanaan Pos K3 Mudik atau pos pelayanan pemeriksaan kesehatan awak angkutan mudik di Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta Timur, pada Senin, 16 Maret 2026.

Yassierli ingin memastikan perjalanan mudik berlangsung aman, nyaman, dan selamat bagi masyarakat. “Kita ingin memastikan bahwa pelaksanaan mudik tahun ini berjalan dengan aman, nyaman, dan selamat,” katanya.

Pos pelayanan ini merupakan program Kementerian Ketenagakerjaan yang dilaksanakan bersama Perhimpunan Ergonomi Indonesia dan sejumlah perguruan tinggi. Pelayanan yang diberikan bertujuan untuk menilai kesiapan dan kesehatan fisik pengemudi bus.

Para pengemudi menjalani serangkaian pemeriksaan, yaitu pengecekan gula darah sewaktu, tekanan darah, dan saturasi oksigen. Selain itu dilakukan tes Romberg (keseimbangan), Psychomotor Vigilance Task (refleks), fatigue check (kelelahan), dan pengisian kuesioner terkait kondisi kerja dan kesehatan.

Menteri Yassierli menekankan pentingnya waktu istirahat bagi pengemudi sebelum menjalankan perjalanan jauh selama masa mudik. Ia menilai kondisi fisik dan tingkat kewaspadaan pengemudi menjadi faktor penting dalam mencegah kecelakaan lalu lintas.

“Dalam tes, ada aplikasi yang menilai kesiapan bekerja pengemudi dari waktu reaksi. Kalau fit, biasanya dia lebih waspada. Banyak istirahat sebelum mengemudi jadi kunci bagi seorang pengemudi untuk dia siap,” ujar Yassierli.

Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan sebagian besar pengemudi dinyatakan layak mengemudi. Namun sekitar sepertiga pengemudi disarankan untuk beristirahat terlebih dahulu dan sekitar 10 persen lainnya tidak direkomendasikan mengemudi sehingga harus diganti dengan pengemudi cadangan.

“Sekitar sepertiga disarankan untuk istirahat dulu, dan ada sekitar 10 persen yang tidak direkomendasikan. Artinya dia harus diganti dengan pengemudi [cadangan],” kata Yassierli.

Program pemeriksaan tersebut dilaksanakan di enam wilayah, yakni Medan, Bandung, Jakarta, Samarinda, Makassar, dan Surabaya. Yassierli berharap program ini dapat terus dilaksanakan pada masa mudik berikutnya.

Rekomendasi Berita