3,5 Juta Kendaraan Diproyeksikan Keluar Jakarta saat Arus Mudik
- 10 Mar 2026 15:36 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Pihak pengelola jalan tol PT Jasa Marga memproyeksikan sekitar 3,5 juta kendaraan akan keluar dari wilayah Jakarta selama periode arus mudik Lebaran tahun ini. Proyeksi tersebut disampaikan dalam media briefing yang digelar pada Selasa, 10-3-2026 sebagai bagian dari persiapan menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat menjelang Hari Raya.
Direktur Utama Jasa Marga Rivan Achmad Purwantono dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa perusahaan telah melakukan berbagai langkah antisipasi guna memastikan perjalanan masyarakat tetap aman dan lancar selama periode mudik 2026.
“Kami memproyeksikan sekitar 3,5 juta kendaraan akan meninggalkan Jakarta selama periode mudik Lebaran tahun ini,” ujar Rivan, melalui keterangan tertulis, Selasa, 10 Maret 2026.
Menurutnya, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 18 Maret. Namun, peningkatan volume kendaraan diprediksi sudah mulai terlihat sejak akhir pekan sebelumnya karena masyarakat memanfaatkan libur panjang untuk melakukan perjalanan lebih awal.
“Kami juga proyeksikan, puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 24 Maret atau sekitar H+3 Lebaran, ketika masyarakat mulai kembali ke Jakarta setelah merayakan Idulfitri di kampung halaman,” lanjut Rivan.
Dari total kendaraan yang diperkirakan keluar dari Jakarta, sekitar 50 persen diproyeksikan menuju arah timur melalui jalur Tol Trans Jawa. Sementara 28 persen menuju arah barat dan sekitar 20 persen menuju wilayah selatan seperti Bogor.
Jasa Marga juga mencatat adanya peningkatan tren pergerakan kendaraan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Volume lalu lintas tercatat mengalami kenaikan sekitar 4,15 persen.
“Kami melihat adanya pergeseran pola perjalanan. Bahkan sejak H-20, peningkatan kendaraan sudah mulai terlihat dibandingkan kondisi normal,” jelasnya.
Untuk mendukung kelancaran arus mudik, Jasa Marga menyiapkan sejumlah ruas tol fungsional yang dapat digunakan sementara oleh masyarakat selama periode Lebaran.
“Selain itu, berbagai fasilitas pendukung juga dipersiapkan, seperti rest area tambahan, kamera pemantau lalu lintas, serta sistem pemantauan lalu lintas berbasis teknologi untuk membantu pengendalian arus kendaraan,” ucapnya.
Melalui berbagai langkah antisipasi tersebut, Jasa Marga berharap masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan lebih aman, nyaman, dan lancar selama periode Lebaran tahun ini.
Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan lonjakan mobilitas tersebut menjadi perhatian pemerintah untuk memastikan kesiapan sarana transportasi serta keselamatan perjalanan masyarakat.
“Keselamatan masyarakat selama masa Angkutan Lebaran harus menjadi prioritas utama. Saya telah menginstruksikan seluruh jajaran Kemenhub untuk melakukan ramp check secara konsisten dan sesuai prosedur, sehingga semua sarana transportasi yang beroperasi benar-benar dalam kondisi laik jalan,” kata Dudy.
Berdasarkan proyeksi Kemenhub, tujuan mudik terbesar tahun ini adalah Jawa Tengah dengan jumlah pemudik diperkirakan mencapai 38,71 juta orang.