Gelar Parents Meeting, SMU Trimurti Hadirkan BSKAP Kemendikbudristek
- 21 Jul 2024 06:46 WIB
- Surabaya
KBRN, Surabaya : Kemampuan minimal siswa, bisa mulai diasah dan dikenali sejak dini. Seperti yang dilakukan Sekolah Menengah Umum SMU Trimurti Surabaya dalam kegiatan Parents Meeting Kelas X dan kelas XI, Merdeka Belajar Unlock Potensi Raih Prestasi.
Syarif Andri Setiawan, S.Kom, Kepala Sekolah SMU Trimurti Surabaya, Sabtu (20/7/2024), menekankan selain memberikan pembelajaran umum, pihak sekolah juga ingin mendorong orang tua siswa, untuk mengenali sejak dini kemampuan minimal anak dalam menguasai tes Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) masuk ke perguruan tinggi negeri.
"Jadi selain pembelajaran umum, maka kami juga mendorong untuk membuat minimal anak, ini akan berpengaruh juga pada kemampuan tes UTBK. Jadi, ketika anak-anak mengerjakan soal-soal UTBK masuk perguruan tinggi negeri itu yang diuji kan ada beberapa macam pelajaran. Yang pertama, adalah mata pelajaran matematika dasar. Yang kedua adalah logika, dan yang ketiga, adalah literasi bahasa indonesia. Yang keempat, adalah literasi dalam bahasa inggris. Upaya ini dalam salah satu dasar untuk menguatkan literasi, karena keterampilan literasi anak-anak kita ini, yang harus kita akui," ulasnya.
Disisi lain, Dr. Yogi Anggraena, S.Si., M.Si, Plt. Kepala Pusat Kurikulum Dan Pembelajaran Badan Standar, Kurikulum, Assesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikbudristek, menyebut ada 3 prinsip penting dalam pelaksanaan merdeka belajar. Salah satunya fokus pada muatan esensial, dimana muatan wajib dikurangi untuk memberi waktu bagi pembelajaran yang lebih mendalam, bermakna dan terdifrensiasi.
"Dalam hal ini, ketika prinsip-prinsip dalam kurikulum merdeka, pembaharuan apa saja, yang dilakukan ada tiga prinsip yang sebenarnya dalam kurikulum Merdeka ini. Sehingga dalam pelaksanaannya, bisa menuju ke prinsip ini, diantaranya dalam proses pembelajaran, bisa fokus ke materi esensial. Yang kedua, adalah bagaimana adanya fleksibilitas, dan kontekstualisasi. Dan ketiga, adalah fokus pada pembangunan karakter. Nah itu sebenarnya yang bisa dilihat dalam proses pembelajaran, agar proses belajar itu, bisa lebih mendalam lebih bermanfaat," ujarnya.
SMU Trimurti Surabaya menggelar kegiatan Parents Meeting Kelas X dan kelas XI, Merdeka Belajar Unlock Potensi Raih Prestasi, dengan melibatkan 260 wali siswa kelas X dan XI SMA Trimurti Surabaya. Kegiatan tersebut diharapkan orang tua siswa dapat mengetahui proses pembelajaran yang diterima siswa, dan orang tua siswa dapat memberikan feedback ke pihak sekolah, agar bersama-sama bisa memperbaiki segala kekurangan yang ditemui.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....