BINUS Business School Perkuat Kompetensi Lulusan MBA untuk Hadapi Gap Industri
- 06 Okt 2026 15:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- BINUS Business School melakukan pembaruan kurikulum MBA untuk mengurangi kesenjangan antara kompetensi lulusan dan kebutuhan industri.
- Penguatan kompetensi mencakup keterlibatan praktisi industri dan pengembangan kemampuan teknologi bagi mahasiswa MBA.
RRI.CO.ID, Jakarta - BINUS Business School (BBS) memperkuat kompetensi lulusan Master of Business Administration (MBA) untuk memperkecil kesenjangan dengan kebutuhan industri. Ini mencakup pembaruan kurikulum, keterlibatan praktisi, dan pengembangan kemampuan teknologi.
Dekan BSS Master Program, Asnan Furinto, mengatakan kesenjangan kompetensi antara lulusan dan industri tidak mungkin tertutup sepenuhnya. Menurut dia, kebutuhan industri terus berubah mengikuti perkembangan teknologi dan dinamika bisnis.
“Sekarang makin lama itu makin harus cepat karena ada teknologi. Perkembangan ini membuat kai harus mempercepat penyiapan kompetensi lulusan,” ujarnya di Jakarta, Selasa, 6 Oktober 2026.
BBS merespons tantangan tersebut dengan memperbarui kurikulum secara berkala sesuai dinamika kebutuhan industri. Hal ini membantu mahasiswa mempelajari kompetensi yang relevan dengan perkembangan dunia kerja.
“Makanya kami selalu berusaha membuat kurikulum itu diupdate secara berkala supaya sesuai dengan dinamika industri. Kami juga menggunakan masukan dari berbagai sektor untuk membaca kebutuhan kompetensi yang terus berkembang,” katanya.
Asnan menambahkan BBS mengadakan program "Advisory Board" yang menjadi salah satu sumber masukan dalam pengembangan kurikulum. Pimpinan dari berbagai sektor memberikan gambaran mengenai tren, kebutuhan, dan perubahan industri kepada kampus.
Program tersebut menjaga pembelajaran tetap terhubung dengan perkembangan yang berlangsung di dunia industri. BBS berupaya menghindari pembelajaran yang hanya berfokus pada teori tanpa melihat perkembangan industri.
“Dalam kelas-kelas kami juga banyak guest lecturer yang kami undang dari industri. Kegiatan ini memberikan kesempatan mahasiswa memperoleh perspektif langsung dari para praktisi,” ucapnya.
BBS turut melibatkan alumni yang bekerja di berbagai sektor sebagai bagian dari pengembangan pengalaman mahasiswa. Mereka hadir sebagai pembicara, berbagi pengalaman, membangun jejaring, dan terlibat dalam kegiatan kampus.
“Alumni yang tersebar itu juga menjadi suatu aset. Keterlibatan alumni membantu kami memperoleh perspektif praktis sekaligus memperluas jejaring mahasiswa,” katanya.
BBS juga melibatkan alumni sebagai juri dalam berbagai kegiatan mahasiswa dan kompetisi presentasi. Langkah tersebut mempertemukan mahasiswa dengan pengalaman profesional dari berbagai sektor industri.
Executive Dean BINUS BBS, Dezie L. Warganegara, mengatakan perkembangan AI turut menuntut lulusan meningkatkan kemampuan teknologi. Menurut dia, lulusan BBS berasal dari kalangan pekerja, eksekutif, hingga pemilik bisnis.
Dezie mengatakan pekerja tidak cukup hanya mengandalkan pengalaman karena teknologi terus berkembang. Menurut dia, BBS memperdalam kemampuan mahasiswa melalui tiga bidang utama yang dibutuhkan dunia kerja.
“Kami ingin yang terbaik itu di bidang digital transformation, innovation, dan sustainability. Ketiganya menjadi fokus pengembangan untuk menjawab kebutuhan kompetensi masa depan,” ujarnya. (Davina Keisha Salsabila)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....