Dari Komunikasi hingga Mitigasi Bencana, Ini Peran Penting Satelit
- 04 Okt 2026 15:27 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pekan Antariksa Dunia (4–10 Oktober) menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang manfaat teknologi antariksa bagi kehidupan sehari-hari.
- Satelit komunikasi memiliki peran krusial dalam mendukung berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari telekomunikasi, siaran televisi, radio, hingga layanan internet.
RRI.CO.ID, Jakarta - Pekan Antariksa Dunia yang diperingati pada 4–10 Oktober 2026 menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran tentang manfaat teknologi antariksa. Salah satu teknologi tersebut yaitu satelit berperan penting dalam mendukung berbagai aktivitas masyarakat.
Dilansir dari laman Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), satelit komunikasi telah mendukung telekomunikasi, siaran televisi, radio, hingga layanan internet. Selain itumembantu mempercepat penyebaran informasi dan mempermudah komunikasi antarwilayah.
Perekayasa Ahli Muda Pusat Riset Teknologi Satelit (PRTS) BRIN, Ega Asti Anggari, mengatakan setiap jenis satelit memiliki fungsi berbeda. Menurut dia, satelit memungkinkan komunikasi tetap berlangsung meskipun wilayah layanan terpisah lautan dan memiliki kondisi geografis sulit dijangkau.
“Selain itu, ada satelit navigasi yang berfungsi menentukan posisi dan arah perjalanan pesawat hingga pengguna telepon pintar," katanya, Minggu 4 Oktober 2026. "Teknologi ini memudahkan masyarakat menemukan lokasi, merencanakan perjalanan, serta meningkatkan keselamatan transportasi."
Indonesia telah memanfaatkan teknologi satelit komunikasi sejak peluncuran Palapa-A1 pada 1976. Penggunaannya telah membantu menghubungkan wilayah kepulauan melalui teknologi komunikasi satelit.
Selain komunikasi, satelit juga menghasilkan data penginderaan jauh untuk berbagai kebutuhan masyarakat. Menurut BRIN, data tersebut telah dimanfaatkan untuk pemantauan daratan, pesisir, laut, dan kebencanaan.
BRIN juga memanfaatkan data satelit Terra dan Aqua untuk memantau lingkungan serta perubahan iklim. Di antaranya mencakup informasi mengenai atmosfer, daratan, dan lautan.
Pemantauan satelit juga membantu mendeteksi potensi kebakaran hutan di berbagai wilayah Indonesia. Informasi tersebut dapat mendukung upaya pencegahan dan penanganan kebakaran melalui pengolahan data.
Di bidang kelautan, data satelit dapat membantu menentukan zona potensi penangkapan ikan. BRIN menyebut informasi tersebut dapat membantu nelayan mencari ikan secara lebih efisien.
Data satelit juga dapat mendukung pemantauan tanaman pangan seperti padi dan palawija. Informasi tersebut dapat membantu memperkirakan ketersediaan pangan dan meningkatkan efisiensi subsidi pertanian.
Satelit juga memiliki peran dalam pemantauan aktivitas kapal melalui sistem Automatic Identification System (AIS). Teknologi ini membantu mengamati lalu lintas maritim untuk kebutuhan keselamatan dan keamanan transportasi laut.
Dalam penanganan bencana, teknologi penginderaan jauh dapat menyediakan informasi mengenai perubahan permukaan bumi. BRIN menggunakan teknologi tersebut untuk mendukung analisis berbagai bencana di Indonesia.
Selain itu, Teknologi Synthetic Aperture Radar (SAR) juga dapat bekerja siang dan malam dalam pemantauan permukaan bumi. Teknologi ini juga memiliki kemampuan menembus kondisi cuaca tertentu dibandingkan sensor optik.
Satelit juga mendukung pemantauan kehutanan, lingkungan, pemetaan, dan aktivitas kelautan melalui data citra. BRIN mengembangkan satelit observasi bumi untuk memperluas pemanfaatan data tersebut.
Perkembangan teknologi satelit membuat Indonesia terus membangun kemampuan nasional dalam pengembangan satelit. BRIN menilai kemandirian teknologi satelit penting bagi Indonesia sebagai negara kepulauan.
Dengan berbagai manfaat tersebut, satelit menjadi bagian penting dalam mendukung aktivitas masyarakat. Pemanfaatannya terus berkembang untuk komunikasi, pemantauan bumi, pertanian, kelautan, lingkungan, dan kebencanaan. (Davina Keisha Salsabila)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....