James Webb Ungkap Jejak Tabrakan Dahsyat Pembentuk Planet Muda

  • 02 Okt 2026 11:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • James Webb mengidentifikasi 21 extreme debris disks untuk mempelajari proses tumbukan dan pembentukan planet pada sistem bintang muda.
  • Cakram kaya silika menunjukkan tumbukan berenergi tinggi antara objek seukuran Mars, sementara cakram miskin silika berkaitan dengan tumbukan yang lebih kecil.
  • Temuan membantu mengungkap sejarah pembentukan Tata Surya, termasuk kemungkinan fase puing ekstrem yang pernah terjadi pada masa awal pembentukannya.

RRI.CO.ID, Jakarta - Teleskop Antariksa James Webb mengungkap jejak tabrakan dahsyat pada sistem bintang muda. Mengutip NASA, Jumat, 2 Oktober 2026, temuan ini membantu ilmuwan memahami proses pembentukan planet.

Para peneliti juga menemukan tanda-tanda yang berkaitan dengan tumbukan antarobjek di sekitar bintang muda. Peristiwa serupa diperkirakan pernah terjadi pada tahap awal pembentukan Tata Surya.

Mereka juga mempelajari extreme debris disks, yakni cakram debu yang mengandung banyak material hangat di sekitar bintang muda. Dengan menggabungkan data Webb dan arsip Spitzer, tim peneliti mengidentifikasi 21 cakram ekstrem untuk memahami karakteristik dan asal-usulnya.

Hasil penelitian menunjukkan cakram debu tersebut memiliki butiran yang berukuran lebih kecil. Cakram juga mengandung konsentrasi debu hangat yang tinggi di sekitar bintang.

Selain itu, kecerahannya mengalami perubahan yang tidak beraturan. Analisis spektrum inframerah menunjukkan cakram tersebut dapat dikelompokkan berdasarkan kandungan silikanya.

Sekitar sepertiga sampel memiliki kandungan silika tinggi, yang mengindikasikan terjadinya tumbukan berenergi tinggi antara objek seukuran Mars. Tumbukan tersebut dapat menguapkan sebagian besar material dan menghasilkan puing-puing dalam jumlah besar.

Sementara itu, sekitar dua pertiga lainnya memiliki kandungan silika rendah. Kondisi tersebut menunjukkan tumbukan dalam skala lebih kecil, seperti benturan atau gesekan antara objek seukuran Bulan.

Cakram kaya silika hanya ditemukan di sekitar bintang yang berusia kurang dari 300 juta tahun. Sementara cakram miskin silika dapat bertahan pada rentang usia bintang yang lebih luas dan menunjukkan perubahan kecerahan yang lebih besar.

Tim menyebut temuan ini dapat membantu memahami proses pembentukan planet berbatu, termasuk kemungkinan tahapan yang pernah dialami Tata Surya. Salah satu teori menyebut Bumi purba pernah bertabrakan dengan objek seukuran Mars bernama Theia, yang materialnya kemudian ikut membentuk Bulan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....