Sebanyak Tiga Satelit Kecil NASA Meluncur, Uji Propulsi hingga Inspeksi Satelit
- 02 Okt 2026 12:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Tiga wahana kecil NASA meluncur dengan Falcon 9 untuk menguji teknologi propulsi, astrofisika, dan inspeksi satelit.
- SPRITE akan mengamati ultraviolet untuk mempelajari pergerakan gas, debu, dan radiasi berenergi tinggi di galaksi.
- SSPICY menguji teknologi inspeksi satelit dengan mendekati hingga empat satelit yang sudah tidak beroperasi di orbit rendah Bumi.
RRI.CO.ID, Jakarta - Sebanyak tiga wahana antariksa kecil yang didukung NASA berhasil diluncurkan untuk menguji teknologi dan mendukung penelitian luar angkasa. Ketiga wahana antariksa tersebut diluncurkan menggunakan roket SpaceX Falcon 9.
Mengutip laman resminya, Jumat, 2 Oktober 2026, peluncuran berlangsung dari Vandenberg Space Force Base, California. Ketiganya menjadi bagian dari misi Transporter-18, Kamis, 1 Oktober 2026 waktu setempat.
Salah satu wahana, ASCENT Propulsion Dual Mode CubeSat, akan menguji dua sistem propulsi menggunakan satu jenis bahan bakar. Sistem tersebut terdiri dari pendorong kimia untuk manuver berdaya tinggi dan empat pendorong electrospray untuk operasi berdaya rendah.
Wahana kedua, SPRITE CubeSat, akan mempelajari pergerakan gas, debu, dan radiasi berenergi tinggi di galaksi. SPRITE menjadi CubeSat astrofisika pertama NASA, mendeteksi rentang cahaya ultraviolet tertentu yang tidak dapat diamati dari permukaan Bumi.
Selama misi sekitar satu tahun, SPRITE akan mengamati wilayah pembentukan bintang di Galaksi Bima Sakti. Wahana ini juga akan mempelajari sisa-sisa ledakan bintang di dalam maupun sekitar galaksi.
Teknologi yang diuji diharapkan mendukung pengembangan observatorium ultraviolet berukuran lebih besar di masa depan. Kemudian, Small Spacecraft Propulsion and Inspection Capability (SSPICY), akan menguji teknologi untuk inspeksi dan perawatan satelit di orbit.
Pesawat Otter 24C milik Starfish Space akan digunakan dalam misi SSPICY. Wahana itu akan mendekati hingga empat satelit Amerika Serikat yang sudah tidak beroperasi di orbit rendah Bumi.
Otter 24C dilengkapi sistem propulsi baru untuk mendukung pergerakan di orbit. Wahana ini juga menggunakan sistem navigasi dan kendali secara otonom.
Selain itu, perangkat lunak berbasis visi komputer digunakan untuk membantu mendekati dan memeriksa objek secara aman. Misi SSPICY diperkirakan berlangsung sekitar dua tahun.
Kegiatan inspeksi terhadap satelit ditargetkan mulai dilakukan pada 2027. Ketiganya diluncurkan melalui skema commercial rideshare, yang memungkinkan satelit pemerintah dan komersial berbagi satu roket.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....