Garudafood dan UB Uji Coba Pupuk Hayati untuk Petani Kacang

  • 02 Okt 2026 06:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Malang – Garudafood dan Universitas Brawijaya merintis kerja sama pemanfaatan pupuk hayati untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen kacang tanah. Hingga September 2026, uji coba biofertilizer tersebut telah memasuki musim tanam kedua dengan luas lahan 625 meter persegi.

Kerja sama itu disampaikan dalam kuliah umum Sahabat Inspirasiku di Auditorium Gedung Widyaloka, Universitas Brawijaya, Malang, Kamis, 1 Oktober 2026. Kegiatan yang menggandeng Trans7 Mengajar tersebut diikuti lebih dari 350 mahasiswa lintas fakultas.

Direktur Garudafood Fransiskus Johny Soegiarto mengatakan, kolaborasi dengan perguruan tinggi diharapkan menghasilkan solusi yang dapat diterapkan untuk menjawab persoalan di lapangan. Perusahaan berharap inovasi biofertilizer dapat meningkatkan hasil panen sekaligus mendukung kesejahteraan petani mitra.

Garudafood bermitra dengan lebih dari 460 petani kacang. Perusahaan berharap kerja sama dengan Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem Universitas Brawijaya dapat dikembangkan dan direplikasi jika hasil uji coba menunjukkan efektivitas.

Dalam kuliah umum bertema “Creativity and Leadership”, Fransiskus juga berbagi pengalaman mengenai transformasi digital di industri makanan dan minuman. Ia menjelaskan, perusahaan memanfaatkan sistem terintegrasi, data, otomasi, dan kecerdasan buatan untuk mendukung pengambilan keputusan serta efisiensi operasional.

“Teknologi adalah alat untuk menghadirkan produktivitas, ketangkasan. Bahkan keberlanjutan bisnis,” ujar Fransiskus dalam keterangannya.

Ia juga mengajak mahasiswa menggunakan kemampuan digital untuk menyelesaikan persoalan nyata melalui pemanfaatan data dan kolaborasi. “Mulailah dari masalah di sekitar, lalu belajar menyelesaikannya dengan data dan kolaborasi,” katanya.

Selain transformasi digital, Fransiskus memaparkan upaya perusahaan dalam keberlanjutan. Garudafood mencatat konsumsi energi baru terbarukan meningkat 117 persen sepanjang 2025, dengan bauran energi terbarukan mencapai 10,24 persen dari total konsumsi energi.

Perusahaan juga melaporkan penurunan intensitas emisi gas rumah kaca sebesar 9,21 persen dan pemanfaatan kembali 99 persen limbah organik sisa produksi. Di sisi hulu, kemitraan perusahaan mencakup lebih dari 460 petani kacang dan 4.400 peternak sapi perah.

Sekretaris Universitas Brawijaya Tri Wahyu Nugroho mengapresiasi kegiatan tersebut karena memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pengalaman langsung dari praktisi industri. Ia berharap wawasan mengenai kreativitas dan kepemimpinan dapat menjadi bekal mahasiswa dalam menghadapi perubahan dunia kerja.

Sahabat Inspirasiku merupakan program berbagi pengalaman dari praktisi hingga manajemen perusahaan kepada pelajar, komunitas, dan mahasiswa. Kegiatan di Universitas Brawijaya menjadi bagian dari program Garudafood Sehati di bidang pendidikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....