Dampak Cemas Ujian dan Taktik Soal Diulas di IIBF 2026
- 02 Okt 2026 02:28 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Penerbit Erlangga mengupas dampak biologis rasa cemas yang menurunkan efisiensi siswa dalam mengerjakan soal ujian.
- Psikolog menyarankan teknik pernapasan 4-7-8 guna meredakan kepanikan serta mengembalikan fungsi optimal otak berpikir.
- Pendidik mengingatkan peserta agar tetap mengisi seluruh jawaban tes karena format asesmen meniadakan sistem nilai minus.
RRI.CO.ID, Jakarta - Penerbit Erlangga mengupas fenomena kecemasan akademis yang kerap melumpuhkan konsentrasi berpikir para peserta didik. Reaksi biologis tubuh tersebut terbukti nyata menurunkan efisiensi siswa dalam mengeksekusi penyelesaian soal ujian.
Persoalan psikologis tersebut dibahas di Panggung Utama Indonesia International Book Fair (IIBF) 2026 Jakarta. Kegiatan tersebut bertempat di area Jakarta International Convention Center (JICC) pada Kamis, 1 Oktober 2026.
Psikolog anak dan remaja Wikan Putri Larasati memaparkan reaksi sistem saraf terhadap ketakutan akademis. Kondisi darurat tersebut secara otomatis memicu gejala jantung berdebar kencang hingga keluarnya keringat dingin.
"Nah, yang kita harus pahami Teman-teman, badan kita itu atau otak kita enggak bisa membedakan antara rasa takut dikejar singa dengan rasa takut menghadapi soal. Reaksi tubuh yang kita alami itu kurang lebih sama gitu ya," kata Wikan.
Wikan menerangkan bahwa kepanikan mendalam mengakibatkan pasokan oksigen menuju bagian otak rasional menurun secara drastis. Akibatnya pelajar menjadi tidak mampu melakukan perhitungan matematis sederhana saat berhadapan dengan lembar tes.
"Caranya gimana? Balik lagi, napas 4-7-8. Itu membantu kita ngasih sinyal ke otak bahwa enggak kok, ini situasi yang aman ya, supaya kita bisa kembali tenang tubuhnya, baru kita bisa kembali mengakses otak berpikir gitu ya, prefrontal cortex kita baru bisa bekerja lagi," ujar Wikan.
Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) Farellevi Al-Fasahbari pemilik nilai Tes Kemampuan Akademik Matematika 2025 tertinggi membagikan pengalamannya. Pemaksaan daya pikir ketika kondisi lelah justru menciptakan kejenuhan mental parah serta meruntuhkan keyakinan.
"Jadi ketika ngerjain soal pasti ya enggak menutup kemungkinan kita bakal buntu atau burnout lah gitu. Jadi ketika udah mentok enggak bisa, ya udah tutup bukunya, lakukan apa pun yang kalian suka gitu," ucap Farellevi.
Ia menilai bahwa mempelajari soal berbobot berat menjelang pelaksanaan tes menjadi pemicu utama timbulnya kecemasan. Ketakutan gagal menjawab soal rumit pada masa akhir persiapan merusak kestabilan emosi calon peserta.
"Nah, waktu H-1, aku tuh menemukan soal-soal tuh yang susah banget gitu. Nah, ketika menemukan soal-soal itu, malah jadi kayak anxiety gitu loh, malah jadi takut," kata Levi.
Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Matematika Iman Santoso, penyusun strategi teknis eksekusi soal turut mengomentari. Langkah tersebut bertujuan mengantisipasi potensi hilangnya konsentrasi para peserta didik di dalam ruang ujian.
"Nah, untuk cara menjawabnya, jadi karena TKA ini tidak ada nilai minus, kalau kalian dulu mungkin Bapak Ibu kalian lah, kalau tes dulu itu kan ada nilai minusnya. Nah, sekarang itu enggak ada. Jadi sebaiknya pada saat kalian menemukan tes semacam itu, ya isi aja," ucap Iman.
Iman menekankan bahwa ketenangan pikiran mempermudah peserta dalam menganalisis setiap butir pernyataan secara cermat. Penguasaan taktik pengerjaan soal pilihan ganda kompleks juga menghindarkan siswa dari kesalahan menentukan opsi.
"Jangan lagi mengerjakan soal yang memang memungkinkan otak itu jadi stuck pada saat ketemu soal yang sulit. Jadi saran saya ya pada saat H-1 tuh jangan mengerjakan soal, tapi lebih baik pada mengingat materi-materi atau soal-soal yang sudah pernah dikerjakan, membaca ulang," kata Iman.
Ratusan pelajar yang hadir mempraktikkan langsung teknik olah napas terpandu di depan panggung utama. Suasana forum mendadak hening ketika seluruh hadirin menutup mata demi meredakan ketegangan fisik mereka.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....