Teleskop Roman Berhasil Tangkap Cahaya Pertama dari Awan Magellan Besar
- 01 Okt 2026 20:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Teleskop Roman berhasil menguji sistem pandu presisi dengan stabilitas lebih baik dari 1/100.000 derajat.
- Instrumen Coronagraph menangkap cahaya untuk pertama kalinya, termasuk bintang di Awan Magellan Besar.
- Coronagraph akan menjalani pengujian lanjutan untuk mendemonstrasikan teknologi pengamatan planet dan cakram debu di sekitar bintang.
RRI.CO.ID, Jakarta - Teleskop Luar Angkasa Nancy Grace Roman NASA berhasil melewati serangkaian pengujian sistem pandu presisi pada September 2026. Pengujian tersebut memastikan teleskop mampu mempertahankan posisi secara sangat stabil saat mengamati objek di luar angkasa.
Sistem fine-guidance Roman mampu menjaga teleskop tetap mengarah ke target dengan ketelitian lebih baik dari 1/100.000 derajat. Stabilitas tersebut memungkinkan Roman menghasilkan citra yang tajam selama pengamatan berlangsung dari hitungan menit hingga beberapa jam.
Mengutip NASA, Kamis, 1 Oktober 2026, tim juga mengembangkan metode yang memanfaatkan pola spektrum bintang sebagai acuan posisi. Metode ini berbeda dari teleskop antariksa lain yang umumnya menggunakan instrumen pemandu khusus untuk melacak posisi bintang.
Selain menguji sistem pandu, instrumen Coronagraph Roman untuk pertama kalinya menangkap cahaya dari objek langit pada 22 September 2026. Instrumen ini dirancang untuk menghalangi cahaya bintang yang terang sehingga planet dan cakram debu di sekitarnya dapat diamati.
Dalam pengujian awal, Coronagraph menangkap cahaya dari sebuah bintang redup di Awan Magellan Besar, galaksi tetangga Bima Sakti. Tim kemudian mendinginkan detektor untuk meningkatkan sensitivitas instrumen.
Pengamatan lanjutan dilakukan untuk memastikan teleskop dapat mengarah secara akurat ke target. Hasilnya, Coronagraph berhasil menghasilkan citra yang terfokus dan sesuai dengan yang diharapkan.
Keberhasilan ini menjadi tahap awal sebelum instrumen menjalani pengujian yang lebih kompleks. Nantinya, Coronagraph akan digunakan untuk menguji teknologi pencitraan langsung planet dan objek redup di sekitar bintang-bintang terdekat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....