Astronom Temukan Planet “Bayi” Termuda, Usianya Belum Sejuta Tahun

  • 17 Sep 2026 15:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Elias 2-24 b dikonfirmasi sebagai planet termuda yang diketahui, berusia kurang dari sejuta tahun.
  • Planet bermassa sekitar Jupiter itu masih berada dalam cakram pembentukan planet di sekitar bintangnya.
  • Penemuan ini dinilai membantu ilmuwan menguji kembali model pembentukan planet dan tata surya.

RRI.CO.ID, Jakarta - Astronom mengonfirmasi keberadaan Elias 2-24 b, planet termuda yang diketahui hingga kini dengan usia kurang dari satu juta tahun. Planet ini masih terbentuk di dalam cakram debu serta gas di sekitar bintangnya.

Penemuan ini dilakukan melalui analisis data arsip dan pengamatan menggunakan koronagraf di W. M. Keck Observatory di Hawaii. Mengutip NASA, Kamis, 17 September 2026, tim ini dipimpin Andrea Bernardi dari Universidad Diego Portales, Chile.

Bernardi dan timnya menemukan Elias 2-24 b setelah menelusuri data pengamatan terhadap tujuh bintang muda. Bintang-bintang tersebut memiliki cakram material yang menjadi tempat planet diperkirakan sedang terbentuk.

“Planet-planet tersebut seharusnya ditemukan di dalam celah, karena planet-planet itu yang membentuk celah tersebut. Dan tepat di sanalah kami menemukan Elias 2-24 b,” kata Bernardi.

Elias 2-24 b mengorbit bintang Elias 2-24 yang berjarak sekitar 450 tahun cahaya dari Bumi. Uniknya, planet tersebut diperkirakan memiliki massa setara Jupiter.

Hal ini menjadi sorotan karena ilmuwan memperkirakan planet seukuran Jupiter membutuhkan sekitar lima juta tahun untuk terbentuk. Perkiraan tersebut berlaku pada jarak seperti orbit Jupiter dari Matahari.

Elias 2-24 b justru diperkirakan berusia kurang dari satu juta tahun. Planet ini berada sekitar 55 kali lebih jauh dari bintangnya dibandingkan jarak Bumi ke Matahari.

Petunjuk awal keberadaan objek tersebut muncul sekitar satu dekade lalu. Pengamatan menggunakan ALMA menemukan celah pada cakram bintang Elias 2-24.

Kemudian, Very Large Telescope milik European Southern Observatory mendeteksi titik cahaya samar di lokasi tersebut. Untuk memastikannya, tim peneliti menelusuri Keck Observatory Archive.

Mereka menemukan kembali titik cahaya tersebut dalam data tahun 2018 dan 2020. Mereka kemudian menggabungkan pengamatan untuk menganalisis pergerakannya dan mengonfirmasi objek itu sebagai planet.

Menurut peneliti, penemuan Elias 2-24 b menunjukkan masih terdapat proses penting dalam pembentukan planet yang belum sepenuhnya dipahami. Pengamatan terhadap planet-planet muda seperti ini juga dapat membantu ilmuwan memahami kondisi tata surya pada tahap awal pembentukannya.

Penelitian selanjutnya berpotensi terbantu oleh Nancy Grace Roman Space Telescope milik NASA yang memiliki koronagraf lebih canggih. Teleskop tersebut diharapkan dapat mendeteksi planet yang lebih sulit diamati, termasuk planet yang mengorbit lebih dekat dengan bintangnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....