Instrumen Utama Teleskop Roman, Uji Pencitra Planet Mulai Diaktifkan
- 16 Sep 2026 15:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- NASA berhasil mengaktifkan kamera inframerah utama Wide Field Instrument Roman.
- Instrumen Coronagraph diuji untuk mendukung teknologi pencitraan langsung planet ekstrasurya.
RRI.CO.ID, Jakarta - NASA berhasil mengaktifkan Wide Field Instrument (WFI) pada Teleskop Nancy Grace Roman. Hal ini menandai tahapan penting dalam persiapan teleskop antariksa tersebut sebelum memulai misi ilmiahnya.
Mengutip laman resminya, Rabu, 16 September 2026, WFI merupakan kamera inframerah beresolusi 300 megapiksel. WFI dirancang untuk memotret wilayah langit yang sangat luas dengan ketajaman tinggi.
Setiap gambar dapat mencakup area langit yang lebih besar dari ukuran tampak Bulan purnama. Ini sekaligus mempertahankan detail seperti yang dihasilkan teleskop antariksa Hubble.
Aktivasi WFI dilakukan setelah instrumen menjalani proses pengeringan dan dekontaminasi selama 10 hari. Pemanas instrumen dimatikan agar WFI mendingin hingga sekitar minus 143 derajat Celsius pada Jumat, 11 September 2026.
Kemudian, 18 detektor inframerahnya diaktifkan. Tim kemudian menguji sistem kalibrasi, roda elemen optik yang mengatur panjang gelombang cahaya, serta mekanisme fokus.
Dari pengujian tersebut, hasilnya menunjukkan WFI berfungsi sesuai harapan. Sementara itu, detektornya terus didinginkan hingga mencapai suhu operasional sekitar minus 183 derajat Celsius.
WFI digunakan untuk mempelajari planet di luar Tata Surya, energi gelap, struktur dan distribusi materi alam semesta. Data yang dihasilkan juga akan mendukung berbagai penelitian astronomi lainnya.
Selain WFI, tim NASA juga melakukan pengujian awal terhadap Coronagraph Instrument. Ini merupakan instrumen yang dirancang untuk mendemonstrasikan teknologi pencitraan langsung planet di sekitar bintang lain.
Tim di Coronagraph Commanding Center di Caltech memastikan seluruh komponen instrumen dapat dikendalikan dari Bumi. Termasuk perangkat lunak, sistem kendali termal, mekanisme, kamera, dan avionik.
Coronagraph menggunakan sistem optik dan penutup cahaya untuk menghalangi silau bintang. Sehingga, cahaya redup dari planet yang mengorbitnya dapat diamati.
Setelah pengujian awal, instrumen tersebut menjalani proses dekontaminasi selama sekitar 30 hari. Rangkaian pengujian akan berlangsung beberapa bulan selama teleskop menuju titik L2, sekitar 1,5 juta kilometer dari Bumi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....