NASA Pulihkan Stasiun Guam, Jaringan Komunikasi Antariksa Kembali Utuh
- 17 Sep 2026 12:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- NASA telah menyelesaikan pemulihan Guam Remote Station yang rusak parah akibat Topan Super Mawar pada 2023 setelah proses perbaikan berlangsung lebih dari tiga tahun.
- Antena di stasiun Guam merupakan bagian penting dari jaringan komunikasi NASA yang berfungsi menjaga koneksi antara wahana antariksa di orbit rendah Bumi dan pusat kendali di darat.
- Pemulihan infrastruktur komunikasi kritis ini memastikan NASA dapat melanjutkan operasi pengawasan dan pengendalian misi antariksa secara optimal.
RRI.CO.ID, Jakarta - NASA merampungkan pemulihan Guam Remote Station yang rusak parah akibat Topan Super Mawar pada 2023. Perbaikan stasiun tersebut berlangsung selama lebih dari tiga tahun hingga seluruh sistem kembali beroperasi.
Mengutip NASA, Kamis, 17 September 2026, antena tersebut merupakan bagian penting dari jaringan komunikasi NASA. Fungsinya menjaga hubungan antara wahana antariksa di orbit rendah Bumi dan pusat kendali di darat.
Selama hampir tiga dekade, Guam Remote Station menjadi salah satu dari tiga stasiun bumi yang mendukung Tracking and Data Relay Satellites. Ini merupakan bagian penting dari Near Space Network NASA.
Satelit relay yang berada sekitar 35 ribu kilometer di atas Bumi memungkinkan pengendali misi berkomunikasi dengan astronaut. Tak hanya itu, satelit ini juga dapat mengendalikan wahana dan menerima data dari berbagai misi antariksa.
Stasiun Guam berfungsi menutup area ‘Zone of Exclusion’, bagian orbit yang berada di luar jangkauan langsung satelit relay. Jika stasiun tersebut tidak beroperasi, Stasiun Luar Angkasa Internasional atau ISS dapat kehilangan komunikasi dengan Bumi.
Kondisi itu dapat berlangsung hingga 20 menit dalam setiap orbit yang berdurasi sekitar 90 menit. Topan Super Mawar menghantam Guam pada 24 Mei 2023 sebagai badai kategori empat dengan kecepatan angin mencapai sekitar 298 kilometer per jam.
Adapun, curah hujan yang disebabkan Mawar berkisar lebih dari 71 sentimeter. Badai menghancurkan dua antena berdiameter 16,5 meter, antena utara berdiameter 11 meter, serta gedung Inter Facility Link.
Kerusakan tersebut membuat Zone of Exclusion kembali terbuka untuk pertama kalinya sejak 1998. Kondisi itu menurunkan cakupan TDRS menjadi sekitar 85 persen dari orbit wahana antariksa.
NASA kemudian melakukan perbaikan darurat untuk memulihkan sebagian layanan komunikasi. Pihaknya juga meminjam dua terminal bergerak dari Angkatan Darat Amerika Serikat untuk memperluas cakupan komunikasi.
Pendanaan pemulihan bencana dari Kongres Amerika Serikat pada 2025 memungkinkan pembangunan kembali stasiun untuk menghadapi badai serupa. Setelah itu, antena utama kembali mendukung operasi TDRS sehingga Zone of Exclusion dapat ditutup kembali.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....