Satelit NASA Rekam Badai Debu Selimuti Mali, Partikel Bergerak ke Atlantik

  • 10 Sep 2026 15:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Satelit Terra NASA melalui instrumen MODIS merekam badai debu di Mali pada 5 September 2026.
  • Aerosol dari Afrika bergerak ke barat menuju Samudra Atlantik, meski diperkirakan tidak melintasi Atlantik sepenuhnya.
  • El Niño berpotensi mengubah pola aktivitas debu di kawasan Sahel dan Mali.

RRI.CO.ID, Jakarta - Satelit Terra NASA merekam badai debu yang menyelimuti sebagian wilayah Mali dan negara-negara sekitarnya pada awal September 2026. Citra tersebut diambil instrumen Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer atau MODIS pada 5 September.

Ilmuwan atmosfer NASA, Tianle Yuan mengatakan, badai seperti ini kerap berkaitan dengan haboob. Ini merupakan badai debu kuat yang dipicu angin konvektif.

Pengamatan satelit yang lebih luas menunjukkan aerosol dari kawasan tersebut bergerak ke arah barat. Partikel tersebut kemudian menyebar hingga mencapai Samudra Atlantik

Namun, debu dari peristiwa ini diperkirakan tidak akan melintasi Atlantik sepenuhnya. Pergerakan debu melintasi Atlantik umumnya lebih sering terjadi pada akhir musim semi hingga musim panas.

Pada periode tersebut, Saharan Air Layer dapat membawa debu dari Afrika ribuan kilometer ke arah barat melalui atmosfer bagian atas. Ke depan, fenomena El Niño yang berkembang berpotensi mengubah pola pergerakan debu di kawasan Sahel dan Mali.

El Niño dapat memengaruhi posisi Zona Konvergensi Antartropis atau ITCZ serta mengubah pola konveksi di wilayah tersebut. Kondisi yang lebih kering dapat menyediakan lebih banyak sedimen lepas yang mudah diterbangkan angin.

Namun, berkurangnya aktivitas konvektif juga dapat mengurangi terbentuknya badai kuat yang memicu haboob. Karena itu, hubungan antara El Niño dan aktivitas debu memang dapat terjadi, tetapi pengaruhnya sulit dipastikan untuk setiap kejadian individual.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....