Kepala BPOM Dorong AI Perkuat SDM dalam Menghadapi Tantangan Digital

  • 19 Agt 2026 01:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kepala BPOM Taruna Ikrar mendorong penggunaan kecerdasan buatan untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia organisasi.
  • Transformasi teknologi harus berjalan beriringan dengan peningkatan kompetensi pegawai untuk hasil yang optimal.
  • Sumber daya manusia menjadi tonggak utama BPOM dalam menjalankan tugas pelayanan dan perlindungan konsumen.

RRI.CO.ID, Jakarta – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM, Taruna Ikrar mendorong penggunaan kecerdasan buatan (AI) untuk memperkuat kapasitas SDM. Taruna menyampaikannya saat Rapat Koordinasi Nasional SDM BPOM di Jakarta, Selasa, 18 Agustus 2026 dengan tema ‘Transformasi Manajemen SDM Berbasis AI’.

Ia menilai bahwa transformasi teknologi harus berjalan bersama peningkatan kompetensi pegawai. Menurut Taruna, SDM menjadi tonggak utama BPOM dalam menjalankan tugas pelayanan serta perlindungan masyarakat.

“Kita adalah lembaga negara yang melayani masyarakat, tentunya sumber daya manusia menjadi kunci utama.

Maka tentu ada berbagai manifestasi untuk meningkatkan fasilitas untuk kesejahteraan sumber daya manusia tersebut,” kata Taruna dalam Rapat Koordinasi Nasional SDM BPOM 2026 di Jakarta, Selasa, 18 Agustus 2026.

Taruna juga mendorong pemanfaatan AI dalam penerapan sistem merit di lingkungan BPOM. Platform tersebut bisa membantu meningkatkan objektivitas pengelolaan karier ASN agar penilaian pegawai tidak hanya bergantung pada pertimbangan subjektif.

Ia menekankan bahwa AI tetap digunakan hanya sebagai alat bantu untuk mengelola SDM. Menurutnya, keputusan dan kearifan manusia tetap menjadi unsur utama dalam menentukan arah transformasi manajemen ASN.

“Artifisial intelijen hanya alat bantu. yang utama adalah pengetahuan dan kearifan dari para manusia-manusia, yaitu para komunitas,” ucap Taruna.

BPOM juga mendapatkan tugas tambahan dari pemerintah, seperti pengawasan Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa Merah Putih, serta UMKM. Penambahan pekerjaan tersebut membuat para pegawai BPOM merasa kewalahan yang disebabkan oleh keterbatasan pegawai BPOM.

“Kita memiliki jumlah pegawai, yaitu 6.431, sedangkan kita membutuhkan sekitar 10.710 orang, jadi baru 60% kebercukupannya,” kata Taruna.

Situasi tersebut membuat BPOM perlu melakukan peningkatan terhadap kapasitas pegawai serta memperkuat jumlah SDM yang ada. Taruna berharap dukungan pemerintah bisa membantu untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja agar berbagai program negara berjalan dengan optimal. (Shafira Nursyifa)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....