Mekatronika Cerdas BRIN Integrasikan Kendali, Sensor, dan AI untuk Sistem Otonom

  • 18 Agt 2026 18:29 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Mekatronika cerdas mengintegrasikan teknologi mesin, elektro, informatika, dan sistem kendali untuk menghasilkan sistem yang mampu bekerja secara otomatis dan adaptif. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan bidang ini untuk berbagai kebutuhan, mulai dari kendaraan listrik otonom, kesehatan, hingga pertanian dan perkebunan.

Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Mekatronika Cerdas (PRMC) BRIN, Bambang Wahono, menjelaskan bahwa integrasi berbagai disiplin menjadi dasar pengembangan teknologi mekatronika yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat.

“Mekatronika cerdas menjadi pemersatu sistem otomasi, manufaktur, dan komputer di industri maupun lingkungan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat. Fokus risetnya mencakup sistem otonom untuk kendaraan listrik dan sistem mekatronika cerdas untuk meningkatkan mutu dan keamanan pangan, kesehatan, dan energi,” Bambang menjelaskan.

Ia melanjutkan, terdapat sejumlah teknologi yang tengah dikembangkan PRMC BRIN untuk menjawab berbagai kebutuhan masyarakat. Teknologi tersebut antara lain kendaraan listrik otonom, smart wheelchair, Telemedicine Wearable System untuk penderita penyakit jantung, serta teknologi berbasis Internet of Things (IoT) untuk mendukung kegiatan pertanian dan perkebunan.

Salah satu pengembangan sistem otonom tersebut diwujudkan melalui Micro Autonomous Electric Vehicle (MEVi). Perekayasa Ahli Pertama PRMC BRIN, Nurul Hasanah, menjelaskan bahwa MEVi merupakan kendaraan listrik otonom yang dirancang untuk bergerak dan melakukan navigasi secara mandiri dengan memanfaatkan sistem navigasi dan kecerdasan buatan.

Menurut Nurul, pengembangan kendaraan otonom tidak hanya berfokus pada kemampuan kendaraan untuk bergerak tanpa pengemudi. Sistem juga harus mampu mengenali lingkungan, menentukan posisi, mengambil keputusan, dan mengendalikan pergerakan kendaraan secara aman.

“Ada empat pilar penting yang terus kami kembangkan pada sistem modular ini, yaitu sistem kendali, kepekaan sensor dalam membaca situasi jalan, akurasi pemetaan lokasi (localization), serta kemampuan kecerdasan buatan dalam menentukan keputusan navigasi,” Nurul memaparkan.

Pengembangan MEVi dilakukan secara bertahap sejak pembuatan prototipe pada 2021. Kemampuan kendaraan terus ditingkatkan melalui berbagai pengujian, mulai dari pengenalan lingkungan dan pengendalian pergerakan hingga penentuan arah perjalanan.

Bambang dan Nurul memaparkan perkembangan riset tersebut kepada mahasiswa Program Sarjana Elektronika dan Instrumentasi Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam kunjungan industri di Kawasan Sains Teknologi Samaun Samadikun BRIN, Bandung, Rabu (12/8/2026).

Dosen pendamping mahasiswa, Catur Atmaji, mengatakan bahwa kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk melihat penerapan ilmu yang dipelajari di perguruan tinggi. Mahasiswa juga dapat memahami keterkaitannya dengan pengembangan teknologi di lingkungan riset.

“Harapannya, mahasiswa dapat melihat secara langsung bagaimana ilmu yang selama ini mereka pelajari dapat diterapkan dalam riset dan teknologi. Dengan demikian, pengetahuan yang dimiliki dapat terus dikembangkan,” ujar Catur. (rgs/ed.kg,MM)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....