Long March 7A Meledak 85 Detik setelah Lepas Landas

  • 12 Agt 2026 13:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Long March 7A meledak sekitar 85 detik setelah diluncurkan dari Wenchang, Hainan.
  • CASC belum mengungkap penyebab ledakan yang menyebabkan kendaraan dan muatan diperkirakan hilang.
  • Investigasi dapat berdampak pada jadwal peluncuran Tiongkok berikutnya, termasuk misi pemasokan Tiangong.

RRI.CO.ID, Jakarta - Roket Long March 7A milik Tiongkok mengalami kegagalan dan meledak sekitar 85 detik setelah diluncurkan. Mengutip Space.com, Rabu, 12 Agustus 2026, peluncuran itu dilakukan dari Wenchang Space Launch Site, Senin, 10 Agustus 2026.

Roket yang dioperasikan China Aerospace Science and Technology Corporation atau CASC itu diluncurkan sekitar pukul 20.02 waktu setempat. Roket itu berubah menjadi bola api dan menghasilkan kepulan asap serta puing-puing di atmosfer.

Hingga kini, CASC belum memberikan keterangan resmi mengenai penyebab ledakan. Berdasarkan rekaman di media sosial, kendaraan peluncur dan muatannya diperkirakan mengalami kerusakan total sehingga misi dinyatakan gagal.

Insiden tersebut menjadi kegagalan kedua dalam sejarah penerbangan Long March 7A. Roket tersebut sebelumnya juga mengalami ledakan pada misi perdananya akibat masalah mesin setelah pemisahan tahap pertama.

Namun, ledakan kali ini terjadi jauh lebih awal, ketika roket masih dalam proses pembakaran mesin tahap utama. Long March 7A memiliki tinggi sekitar 60 meter dan merupakan varian dari keluarga roket Long March 7.

Roket tersebut menggabungkan dua tahap pertama Long March 7 dengan tahap ketiga berbahan bakar hidrogen dan oksigen cair. Long March 7 serta mampu membawa muatan hingga tujuh ton ke orbit transfer geostasioner.

Kegagalan ini berpotensi memengaruhi jadwal sejumlah misi Tiongkok berikutnya, meski dampaknya masih menunggu hasil investigasi. Salah satu misi yang menjadi perhatian adalah peluncuran roket Zhuque-3 dari Jiuquan Satellite Launch Center.

Tiongkok menggunakan Long March 7, berbagi tahap inti dengan 7A, untuk mengirimkan kargo menuju Stasiun Antariksa Tiangong. Misi pengiriman berikutnya diperkirakan berlangsung Januari 2027, namun berpotensi tertunda apabila investigasi menemukan masalah pada komponen serupa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....