Tiongkok Ingin Perluas Stasiun Luar Angkasa Tiangong Seiring Pensiunnya ISS

  • 28 Jun 2026 16:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Tiongkok akan memperluas Tiangong dari tiga menjadi enam modul untuk mendukung lebih banyak riset dan misi antariksa.
  • Teleskop Xuntian dijadwalkan meluncur pada 2027, dengan bidang pandang 300 kali lebih luas dibanding Hubble.
  • Ekspansi Tiangong berlangsung saat ISS mendekati akhir masa operasinya, memperkuat posisi Tiongkok dalam eksplorasi antariksa.

RRI.CO.ID, Jakarta - Tiongkok berencana menggandakan kapasitas stasiun luar angkasa Tiangong dari tiga menjadi enam modul dalam beberapa tahun ke depan. Ekspansi ini dilakukan untuk memenuhi meningkatnya kebutuhan penelitian ilmiah dan mendukung misi awak serta kargo.

Mengutip Space.com, Minggu, 28 Juni 2026, Tiangong akan berubah dari konfigurasi berbentuk huruf "T" menjadi "double-T". Ini dilakukan dengan penambahan satu modul multifungsi dan dua modul eksperimen baru.

Modul tambahan tersebut juga akan menyediakan lebih banyak port docking. Sehingga, diperkirakan akan lebih banyak pesawat antariksa dapat bersandar dan meningkatkan fleksibilitas operasional.

Perluasan ini sebenarnya telah menjadi bagian dari rencana awal pembangunan Tiangong. Demikian disampaikan Peneliti Tiongkok Aerospace Science and Technology Corporation (CASC), Qian Hang.

Tahap pertama dimulai dengan peluncuran modul multifungsi berbobot sekitar 20 ton yang akan terhubung ke modul inti Tianhe. Tiongkok juga menyiapkan teleskop antariksa Xuntian yang dijadwalkan meluncur pada 2027.

Teleskop ini memiliki cermin utama berdiameter dua meter, sedikit lebih kecil dari Hubble. Namun, Xuntian disebut mampu menangkap bidang pandang sekitar 300 kali lebih luas.

Xuntian diproyeksikan dapat memetakan sekitar 40 persen langit menggunakan kamera beresolusi 2,5 miliar piksel. Teleskop ini akan berada di orbit yang sama dengan Tiangong sehingga dapat merapat untuk pengisian bahan bakar hingga peningkatan sistem.

Ekspansi Tiangong dilakukan di tengah mendekatnya masa pensiun International Space Station (ISS). Hal ini dinilai memperkuat ambisi Tiongkok untuk memperluas kehadirannya dalam eksplorasi antariksa berawak.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....