Mendiktisaintek Dorong Kampus Perkuat Budaya Riset

  • 30 Sep 2026 18:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mendorong Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH) memperkuat budaya riset.
  • Riset perlu menjadi bagian penting dalam pengembangan perguruan tinggi

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mendorong Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH) memperkuat budaya riset. Langkah tersebut dinilai penting untuk membangun ekosistem ilmu pengetahuan dan teknologi nasional yang lebih kuat.

Brian mengatakan, riset perlu menjadi bagian penting dalam pengembangan perguruan tinggi. Penguatan dapat dilakukan melalui peningkatan jumlah mahasiswa pascasarjana, pengembangan laboratorium, serta perbaikan tata kelola riset bagi dosen dan peneliti.

"Presiden Republik Indonesia berkata bahwa kampus adalah otak dari bangsa kita dan mahasiswa pascasarjana adalah aset terbaik untuk riset kita. Saya berharap kampus-kampus bisa terus mengembangkan jumlah mahasiswa pascasarjana, di sanalah riset akan menjadi kuat," ujar Brian dalam Forum Dialog Strategis BRIN-Majelis Senat Akademik (MSA) PTN BH di Gedung Widya Graha BRIN, Jakarta, Selasa, 29 September 2026.

Menurut Brian, penguatan budaya riset juga harus diikuti dengan tata kelola penelitian yang lebih baik. PTN BH didorong memperluas kolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta dunia industri.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendorong hasil penelitian dan inovasi agar dikembangkan lebih lanjut. Khususnya melalui kemitraan strategis dengan industri.

BRIN saat ini telah bekerja sama dengan 14 PTN BH melalui program pendidikan berbasis riset yang melibatkan lebih dari 2.300 mahasiswa. Sekitar 60 persen di antaranya merupakan mahasiswa program doktor atau S3.

Selain itu, sekitar 1.150 peserta program berasal dari kalangan dosen perguruan tinggi. BRIN juga mencatat lebih dari 630 peserta dalam program riset postdoctoral.

Kepala BRIN Arif Satria mengatakan, penguatan riset dan inovasi merupakan bagian dari strategi meningkatkan daya saing nasional. Menurutnya, kapasitas inovasi berkaitan erat dengan kualitas sumber daya manusia, pendidikan tinggi, produktivitas, dan pertumbuhan ekonomi.

"Sumber daya manusia dan inovasi adalah kunci bagi kemajuan ekonomi semua negara. Perguruan tinggi yang masuk Top 200 dunia, hampir dipastikan memiliki Global Score Innovation Index, GDP per kapita, dan indeks PISA yang tinggi," kata Arif.

"Oleh karena itu, indikator yang saya kira sangat penting untuk diperkuat adalah sumber daya manusia dan pendidikan tinggi. Keduanya akan memperkuat inovasi dan riset," ucap Arif.

Forum tersebut merupakan bagian dari rangkaian Sidang Paripurna MSA PTN BH yang diikuti 174 delegasi dari 23 PTN BH. Kegiatan menjadi forum untuk memperkuat sinergi antara BRIN dan perguruan tinggi dalam pengembangan ekosistem riset dan inovasi nasional.

Kolaborasi tersebut mencakup pengembangan talenta, mobilitas peneliti dan akademisi, pemanfaatan bersama infrastruktur riset, penguatan budaya dan etika akademik. Kemudian juga pengembangan jejaring riset nasional dan global.

Sebagai tindak lanjut, kerja sama konkret akan diperkuat melalui kolaborasi dengan tujuh PTN BH serta 17 perguruan tinggi negeri dan swasta. Langkah tersebut diarahkan untuk membangun ekosistem riset dan inovasi nasional yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....