Kepemimpinan Inovatif Dinilai Jadi Kunci Masa Depan Media Publik
- 04 Agt 2026 11:37 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Dr. Javad Mottaghi dari HEC Montréal menekankan bahwa tantangan media kontemporer tidak dapat diselesaikan dengan metode tradisional.
- Para pemimpin organisasi media harus berani mengeksplorasi pendekatan baru dan inovatif dalam mengelola operasional institusi mereka.
- Media layanan publik membutuhkan kepemimpinan inovatif untuk beradaptasi dengan perubahan industri penyiaran yang dinamis.
RRI.CO.ID, Jakarta – Media layanan publik perlu mengembangkan kepemimpinan inovatif untuk menghadapi perubahan industri penyiaran. Hal itu disampaikan Associate Professor HEC Montréal, Kanada, Dr. Javad Mottaghi.
Menurut Javad, tantangan media saat ini tidak dapat diselesaikan menggunakan cara-cara lama. Pemimpin harus berani mencari pendekatan baru dalam mengelola organisasi.
"Berpikirlah di luar kebiasaan (think out of the box), jangan hanya memakai solusi yang selama ini digunakan," ujar Javad. Ia menyampaikannya dalam Indonesia Management Workshop on Public Service Media Organizations and Society di Jakarta, Senin, 3 Agustus 2026.
Ia menilai persoalan pendanaan menjadi tantangan hampir seluruh media layanan publik dunia. Kondisi tersebut tidak hanya dialami oleh satu lembaga penyiaran tertentu.
Menurut Javad, tambahan anggaran pemerintah bukan satu-satunya jalan keluar bagi media publik. Organisasi harus mampu menemukan peluang baru yang tetap mendukung misi pelayanan publik.
"Jangan hanya meminta anggaran lebih besar. Carilah cara baru untuk memperkuat fondasi pendanaan organisasi," katanya.
Ia mencontohkan laporan jurnalistik berkualitas dapat memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Konten bernilai internasional bahkan berpotensi dipasarkan ke berbagai negara.
Selain pendanaan, Javad menilai pemimpin harus memiliki pandangan jangka panjang. Strategi organisasi perlu disusun untuk menghadapi perubahan beberapa tahun mendatang.
"Jangan hanya memikirkan kondisi saat ini. Lihatlah masa depan dan siapkan organisasi menghadapinya," ucapnya.
Ia juga mendorong pemimpin membangun komunikasi internal yang terbuka dengan seluruh pegawai. Diskusi dan sesi brainstorming dinilai penting sebelum menerapkan perubahan organisasi.
Menurutnya, perubahan tidak boleh dilakukan secara sepihak oleh manajemen. Pegawai harus dilibatkan agar muncul kesepahaman dan rasa memiliki terhadap organisasi.
"Bangunlah konsensus internal sebelum melakukan perubahan. Dengarkan masukan pegawai dan libatkan mereka dalam prosesnya," ujar Javad.
Ia menegaskan kepemimpinan bukan hanya tanggung jawab pimpinan tertinggi organisasi. Produser, editor, hingga reporter juga perlu mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan. (Rahmania Ulfah)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....