Menkomdigi Dorong Peranan Jurnalis Senior dalam Menjaga Standar Jurnalistik
- 20 Apr 2026 16:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengatakan, jurnalis senior menjadi kunci dalam praktik jurnalistik saat ini
- Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menuturkan, pentingnya menjaga kualitas standar jurnalistik di tengah perkembangan digital saat ini
- Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mendorong terjadinya transfer pengalaman dari jurnalis senior ke jurnalis muda, untuk menjaga standar kualias produk jurnalistik
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengatakan, jurnalis memiliki peran kunci dalam menjaga standar praktik jurnalistik. Untuk itu, lanjut dia, diperlukan komitmen dalam menjaga standar jurnalistik di tengah perubahan cepat pola produksi berita di era digital saat ini.
Menurutnya, hal ini dapat peningkatan tekanan kecepatan dan tuntutan viralitas dalam produksi informasi. Selain itu juga memberikan perubahan terhadap cara kerja jurnalisme.
Dalam hal ini, kata Meutya, pada proses sebelumnya memberikan ruang untuk verifikasi produk jurnalistik. Kemudian berubah menjadi lebih cepat dan minim jeda.
"Dulu kita membuat berita dengan jeda, ada waktu untuk riset dan verifikasi. Sekarang banyak yang berjalan hampir tanpa jeda karena mengejar kecepatan dan viralitas," kata Meutya dalam Deklarasi Serikat Wartawan Senior Indonesia di Jakarta Pusat, dikutip Senin, 20 April 2026.
Untuk itu, lanjut dia, kondisi ini harus diimbangi dengan transfer pengalaman dan nilai-nilai jurnalistik dari generasi senior. Sehingga akan memberikan pengalaman terhadap jurnalis muda, untuk menjaga kualitas informasi.
Dalam konteks ini, Menkomdigi yang juga sebagai mantan jurnalis menekankan pentingnya proses pewarisan pengalaman tersebut. Sebab tanpa adanya proses tersebut kata Meutya, akan menimbulkan kesenjangan praktik yang dijalankan antara generasi pendahulu dan sekarang.
"Alasan ‘tidak viral tidak dibaca’ bisa dipahami, tetapi nilai-nilai jurnalistik tidak boleh hilang. Kalau tidak ditularkan, akan ada jarak yang jauh antara pengalaman senior dan praktik jurnalisme generasi sekarang," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....