Bukan Mitos, Ubur-ubur Ini Mampu 'Mengulang' Siklus Hidupnya
- 28 Jul 2026 16:39 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Turritopsis dohrnii memiliki kemampuan unik untuk kembali ke fase muda setelah dewasa melalui proses transdiferensiasi, sehingga dijuluki 'ubur-ubur abadi'.
- Spesies ini dapat membalikkan siklus hidupnya ketika mengalami cedera, kelaparan, atau tekanan lingkungan tertentu dengan mengubah sel dewasa menjadi polip.
- Turritopsis dohrnii pertama kali ditemukan di Laut Mediterania dan kini tersebar ke berbagai perairan dunia melalui air balas kapal.
RRI.CO.ID, Jakarta - Ubur-ubur kecil bernama 'Turritopsis dohrnii' mengejutkan dunia sains karena memiliki kemampuan unik kembali ke fase muda setelah dewasa. Kemampuan luar biasa tersebut membuat spesies laut ini dijuluki sebagai 'ubur-ubur abadi' karena mampu mengulang siklus hidupnya
Kemampuan biologis Turritopsis dohrnii telah lama menjadi perhatian para ilmuwan karena berbeda dibandingkan hampir seluruh hewan lainnya. Spesies ini mampu mengembalikan sel-selnya menuju fase polip sehingga memulai kembali siklus kehidupan dari awal.
Melansir dari National Geographic Indonesia, Turritopsis dohrnii bukannya tidak bisa mati, melainkan memiliki mekanisme regenerasi yang istimewa. Kemampuan itu terjadi melalui proses transdiferensiasi, ketika sel dewasa berubah menjadi jenis sel lain sesuai kebutuhan tubuh.
Turritopsis dohrnii pertama kali ditemukan di Laut Mediterania, tetapi kini telah teridentifikasi pada berbagai perairan di dunia. Penyebarannya diduga terbantu aktivitas kapal yang membawa larva melalui 'ballast water' (air balas) menuju wilayah laut berbeda.
Siklus hidup ubur-ubur umumnya dimulai dari telur, berkembang menjadi larva, berubah menjadi polip, lalu tumbuh menjadi dewasa. Namun, Turritopsis dohrnii mampu membalikkan proses tersebut ketika mengalami cedera, kelaparan, maupun tekanan lingkungan tertentu.
Saat kembali menjadi polip, individu tersebut dapat membentuk koloni baru yang kemudian menghasilkan ubur-ubur dewasa kembali. Proses ini memungkinkan satu individu mengulangi siklus kehidupannya berkali-kali selama berhasil menghindari ancaman dari lingkungan sekitarnya.
Meski dijuluki makhluk abadi, Turritopsis dohrnii tetap dapat mati akibat dimangsa predator maupun terserang penyakit. Perubahan kondisi lingkungan yang ekstrem juga dapat mengakhiri kehidupannya sebelum sempat melakukan proses regenerasi biologis tersebut.
Keunikan Turritopsis dohrnii mendorong berbagai penelitian mengenai mekanisme penuaan, regenerasi jaringan, dan perubahan fungsi sel tubuh. Para ilmuwan berharap temuan tersebut dapat memperluas pemahaman mengenai proses biologis yang berkaitan dengan usia manusia.
Meski demikian, kemampuan ubur-ubur ini tidak dapat disamakan dengan konsep hidup selamanya dalam pengertian umum. Julukan 'ubur-ubur abadi' lebih menggambarkan kemampuannya mengulang siklus hidup secara biologis dibandingkan benar-benar kebal terhadap kematian. (Shafa)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....