Tangki Hidrogen untuk Misi Artemis IV Masuki Tahap Pengujian

  • 26 Jul 2026 16:52 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • NASA memindahkan tangki hidrogen cair Artemis IV untuk memasuki tahap pengujian.
  • Tangki akan menjadi bagian inti roket SLS yang mendukung misi ke kutub selatan Bulan.
  • NASA menargetkan Artemis IV mendarat di Bulan pada awal 2028 dan melanjutkan misi tahunan.

RRI.CO.ID, Jakarta - NASA memindahkan tangki hidrogen cair untuk misi Artemis IV di Fasilitas Perakitan Michoud, New Orleans. Tahap ini merupakan bagian dari proses pengembangan roket Space Launch System (SLS).

Mengutip NASA, Minggu, 26 Juli 2026, tangki dipindahkan dari area produksi menuju gedung pengujian pada 15 Mei lalu. Tangki hidrogen cair ini menjadi bagian tahap inti roket SLS yang memasok bahan bakar kriogenik ke empat mesin RS-25.

Komponen itu menjadi salah satu elemen utama yang akan mendukung peluncuran Artemis IV menuju kawasan kutub selatan Bulan. NASA menyebut Artemis IV sebagai salah satu misi eksplorasi luar angkasa paling kompleks yang pernah dirancang.

Misi ini bertujuan membawa astronaut melakukan berbagai penelitian di kutub selatan Bulan. Di antaranya mengumpulkan sampel, pengamatan, dan data ilmiah yang dapat memperluas pemahaman tentang Bulan, tata surya, serta Bumi.

Sebagai pembaruan program Artemis, NASA juga meningkatkan frekuensi misi ke Bulan dengan menambahkan satu misi demonstrasi pada 2027. Misi tersebut akan menguji sistem pendaratan dan kemampuan pertemuan (rendezvous) serta docking di orbit sebelum pendaratan berawak dilakukan.

NASA menargetkan pendaratan astronaut pertama dalam program Artemis pada awal 2028 melalui Artemis IV. Setelah itu, badan antariksa Amerika Serikat tersebut menargetkan satu misi ke Bulan setiap tahun, termasuk memulai pembangunan pangkalan Bulan melalui misi Artemis V.

Saat ini, NASA tengah mematangkan rencana awal misi Artemis III. Misi ini dijadwalkan berlangsung tahun depan di orbit Bumi.

Artemis III merupakan uji rendezvous-docking antara Orion NASA dengan wahana pendarat komersial dari Blue Origin dan SpaceX. Langkah ini diambil setelah NASA mengumumkan penambahan satu misi sebelum pendaratan manusia di wilayah Kutub Selatan Bulan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....