Misi Juno Selidiki Panas Bawah Permukaan Io, Bulan Vulkanik Jupiter

  • 23 Jul 2026 13:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Temuan membantu memahami mekanisme tidal heating dan aktivitas vulkanik di Tata Surya.
  • Juno mengukur suhu bawah permukaan Io untuk pertama kalinya menggunakan Microwave Radiometer.
  • Data menunjukkan pemanasan internal Io jauh lebih tinggi daripada pengaruh sinar Matahari.

RRI.CO.ID, Jakarta – Misi Juno milik NASA berhasil melakukan pengukuran pertama terhadap suhu di bawah permukaan Io. Benda langit ini merupakan bulan Jupiter yang merupakan objek paling aktif secara vulkanik di Tata Surya.

Dikutip dari laman NASA, Kamis, 23 Juli 2026, temuan ini mengungkap adanya pemanasan signifikan di lapisan dangkal bawah permukaan Io. Selama ini, hal tersebut belum pernah diamati secara langsung.

Hasil penelitian itu dipublikasikan dalam Journal of Geophysical Research: Planets dan diperoleh dari instrumen Microwave Radiometer (MWR). Kala itu, Juno melintas dekat Io pada Desember 2023 dan Februari 2024.

Instrumen MWR mampu mendeteksi panas hingga beberapa meter di bawah kerak bulan tersebut. Hal ini berbeda dengan pengamatan inframerah yang hanya mengukur suhu permukaan

Peneliti utama misi Juno, Scott Bolton, mengatakan instrumen MWR berhasil mengamati aliran panas langsung dari bawah permukaan Io. Menurutnya, temuan ini membuka peluang penggunaan teknologi serupa untuk mempelajari aktivitas gunung api di Bumi.

“Radiometer Gelombang Mikro Juno secara langsung mengamati keluaran panas Io dengan mengamati di bawah permukaannya. Kita dapat melihat ke bawah permukaan bulan berbatu ini memiliki implikasi penting bagi studi gunung berapi di Bumi,” kata Scott Bolton.

Data Juno menunjukkan suhu di bawah permukaan Io meningkat lebih dari 40 derajat Fahrenheit hanya dalam kedalaman beberapa kaki. Kondisi ini jauh lebih tinggi dibandingkan pemanasan akibat sinar Matahari saja.

Para ilmuwan menduga panas tersebut berasal dari aliran panas internal. Kemudian, panas merambat melalui kerak atau dari aliran lava yang tertutup lapisan batuan padat.

Selain membantu memahami aktivitas vulkanik ekstrem di Io, temuan ini juga memberikan gambaran mengenai mekanisme tidal heating. Yaitu proses pemanasan akibat tarikan gravitasi Jupiter.

Mekanisme tersebut diyakini turut menghangatkan lautan bawah permukaan di bulan-bulan lain seperti Europa dan Ganymede. Sehingga menjadi kunci dalam mempelajari evolusi dunia-dunia di luar Bumi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....