Akreditasi Unggul dan Internasional Dorong Peningkatan Kualitas UPNVJ

  • 22 Jul 2026 15:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • UPNVJ terus meningkatkan kualitas akademik melalui raihan akreditasi Unggul dan akreditasi internasional di sejumlah program studi.
  • Hingga 2026, sebanyak 18 program studi atau sekitar 40 persen telah memperoleh akreditasi internasional dari FIBAA, ASIIN, IABEE, dan IAHE.
  • Internasionalisasi diposisikan sebagai strategi untuk meningkatkan mutu pendidikan, penelitian, dan daya saing lulusan tanpa meninggalkan identitas Bela Negara.

RRI.CO.ID, Jakarta - Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta (UPNVJ) terus memperkuat kualitas pendidikan melalui peningkatan akreditasi nasional maupun internasional. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya kampus meningkatkan daya saing sekaligus memperluas pengakuan di tingkat global.

Wakil Dekan I Fakultas Hukum UPNVJ, Beni Sukadis, mengatakan peningkatan kualitas akademik dapat dilihat dari bertambahnya program studi yang meraih akreditasi Unggul serta akreditasi internasional dalam beberapa tahun terakhir.

"Kalau dilihat dari bidang akademik, memang banyak peningkatan. Salah satu ukurannya adalah akreditasi," kata Beni dalam keterangannya, Rabu, 22 Juli 2026.

Ia menjelaskan Program Studi S1 Hukum UPNVJ memperoleh akreditasi Unggul pada Juni 2025. Selain itu, program studi tersebut juga berhasil meraih akreditasi internasional yang dinilai menjadi indikator peningkatan mutu pendidikan.

Menurut Beni, proses penilaian akreditasi internasional dilakukan melalui instrumen yang komprehensif sehingga capaian tersebut mencerminkan kualitas akademik yang semakin baik.

Selain aspek mutu pendidikan, peningkatan kualitas juga tercermin dari tingginya minat masyarakat untuk melanjutkan studi di UPNVJ. Pada 2026, jumlah pendaftar tercatat telah melebihi 22 ribu orang, sementara daya tampung yang tersedia masih terbatas.

Khusus Program Studi S1 Hukum, kuota penerimaan sekitar 480 mahasiswa setiap tahun. Kondisi tersebut membuat proses seleksi melalui jalur prestasi, UTBK, maupun jalur mandiri semakin kompetitif.

Beni menilai pengakuan internasional yang dimiliki sejumlah program studi turut menjadi salah satu pertimbangan calon mahasiswa dalam memilih perguruan tinggi.

"Akreditasi internasional menjadi nilai tambah karena calon mahasiswa maupun perguruan tinggi tujuan akan melihat kualitas institusi. Dampaknya, proses seleksi menjadi semakin ketat," ujarnya.

Di sisi lain, UPNVJ juga terus mempercepat agenda internasionalisasi sebagai bagian dari transformasi menuju perguruan tinggi berdaya saing global. Rektor UPNVJ Prof. Anter Venus mengatakan program internasionalisasi mulai dijalankan sejak akhir 2022 melalui 10 program strategis.

Program tersebut meliputi akreditasi internasional, pemeringkatan dunia, pertukaran mahasiswa, kerja sama internasional, publikasi ilmiah bereputasi, dan penerimaan mahasiswa asing. Kemudian, pengembangan kelas internasional melalui skema double degree dan joint degree.

"Karena kita berada di sentrum pusat budaya, pusat kekuasaan, dan pusat rujukan pendidikan, maka visi UPNVJ harus global," ujar Prof. Anter Venus dalam temu media di Guest House UPNVJ, Cinere.

Hingga 2026, sebanyak 18 program studi atau sekitar 40 persen dari total program studi di UPNVJ telah mengantongi akreditasi internasional melalui sejumlah lembaga. Di antaranya, FIBAA, ASIIN, IABEE, dan IAHE.

UPNVJ juga mencatat peningkatan mobilitas akademik, di mana sebanyak 26 mahasiswa mengikuti program Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) di berbagai perguruan tinggi yang masuk 100 besar dunia. Sementara itu, kampus juga menerima mahasiswa pertukaran dari Kazakhstan, Malaysia, dan Thailand.

Selain memperluas kerja sama internasional, UPNVJ mulai menjalankan program adjunct professor dengan menghadirkan dosen dari sejumlah perguruan tinggi luar negeri. Di bidang penelitian, universitas juga meningkatkan publikasi ilmiah bereputasi internasional serta memperoleh hibah riset internasional senilai sekitar Rp1,5 miliar.

Prof. Anter Venus menegaskan internasionalisasi bukan semata untuk memperoleh pengakuan global. Namun, menjadi strategi meningkatkan mutu pendidikan, penelitian, dan daya saing lulusan.

"Internasionalisasi ini merupakan cara UPNVJ meningkatkan mutu lulusan, dosen, program studi, riset, dan kerja sama agar memiliki standar yang mampu bersaing secara global," ujarnya menandaskan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....