Akademisi UI Kembangkan Reaktor AI Pengolah Limbah Peternakan

  • 22 Jul 2026 18:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Akademisi Universitas Indonesia (UI), Dr. Illa Rizianiza, mengembangkan reaktor pirolisis pintar berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang mampu mengolah limbah peternakan menjadi biochar berkualitas tinggi
  • Ini untuk mendukung pengembangan teknologi energi dan elektronik
  • Ia mengatakan inovasi tersebut membuka peluang pemanfaatan biomassa lokal sebagai bahan baku komponen baterai kendaraan listrik, superkapasitor, sensor presisi

RRI.CO.ID, Jakarta - Akademisi Universitas Indonesia (UI), Dr. Illa Rizianiza, mengembangkan reaktor pirolisis pintar berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang mampu mengolah limbah peternakan menjadi biochar berkualitas tinggi. Ini untuk mendukung pengembangan teknologi energi dan elektronik.

Ia mengatakan inovasi tersebut membuka peluang pemanfaatan biomassa lokal sebagai bahan baku komponen baterai kendaraan listrik, superkapasitor, sensor presisi. Hingga perangkat penyimpanan energi yang lebih ramah lingkungan.

Menurutnya, limbah kotoran domba yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal berpotensi menjadi komoditas bernilai ekonomi. Sekaligus mendukung penerapan ekonomi sirkular di sektor peternakan.

"Kami ingin menunjukkan bahwa limbah peternakan tidak hanya dapat diatasi sebagai persoalan lingkungan. Tetapi juga dapat diolah menjadi material karbon bernilai tinggi yang mendukung perkembangan teknologi energi dan elektronik masa depan," kata Illa, Rabu, 22 Juli 2026.

Ia menjelaskan, reaktor pirolisis pintar tersebut mengintegrasikan teknologi Digital Twin, Computational Fluid Dynamics (CFD), dan Artificial Neural Network (ANN). Sistem berbasis AI mampu memantau kondisi reaktor secara real time, memprediksi perubahan suhu, serta mengendalikan proses pirolisis secara otomatis sehingga kualitas biochar tetap konsisten dan penggunaan energi menjadi lebih efisien.

Melalui metode pirolisis lambat, limbah kotoran domba diubah menjadi biochar dengan karakteristik menyerupai grafena (graphene-like carbon). Ini yang dapat menjadi alternatif bahan baku karbon maju untuk berbagai kebutuhan industri.

Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik UI Prof. Kemas Ridwan Kurniawan mengatakan penelitian tersebut menunjukkan bahwa pendekatan rekayasa dapat mengubah limbah menjadi material bernilai tambah.

Menurutnya, inovasi tersebut sejalan dengan upaya memperkuat ekonomi sirkular, mendorong kemandirian teknologi, serta mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....