Salah Identifikasi Selama Puluhan Tahun, NASA Temukan Asteroid Ini ternyata Komet

  • 20 Jul 2026 11:52 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • NASA memastikan objek dekat Bumi 1998 SH2 yang semula dikira asteroid sebenarnya adalah komet.
  • Penyimpangan lintasan akibat semburan gas menjadi petunjuk utama identitas objek tersebut, lalu dikonfirmasi melalui pengamatan teleskop.
  • Objek tersebut akan memperoleh penamaan tambahan sebagai komet dengan kode sementara P/1998 SH2.

RRI.CO.ID, Jakarta - NASA berhasil mengungkap identitas sebenarnya dari sebuah objek langit dekat Bumi yang selama ini diduga sebagai asteroid. Berdasarkan penelitian terbaru Laboratorium Propulsi Jet, objek bernama 1998 SH2 ternyata merupakan sebuah komet.

Temuan tersebut diperoleh setelah para peneliti melacak pergerakan objek itu dengan sangat presisi. Mereka menemukan adanya penyimpangan lintasan yang tidak dapat dijelaskan hanya oleh pengaruh gravitasi Matahari maupun planet-planet.

Penyimpangan tersebut mengindikasikan adanya semburan gas dari permukaan objek, karakteristik yang umum dimiliki komet. Objek 1998 SH2 melintas aman sekitar tiga juta kilometer dari Bumi pada Agustus 2025.

Saat itu, ilmuwan menggunakan data pengamatan sejak 1998 untuk memprediksi lintasannya. Namun, objek tersebut tidak berada di posisi yang diperkirakan, sehingga mendorong penyelidikan lebih lanjut.

Analisis astrometri menunjukkan, panas Matahari menyebabkan es di dalam objek berubah menjadi gas, menciptakan dorongan yang menggeser lintasannya. Meski terlalu lemah untuk membentuk ekor komet yang mudah terlihat, perilakunya menunjukkan ciri khas sebuah komet aktif.

Untuk menguji hipotesis tersebut, para peneliti melakukan pengamatan menggunakan sejumlah teleskop canggih di Hawaii dan Chili. Hasilnya, astronom berhasil mendeteksi ekor komet yang lemah namun jelas, sekaligus mengonfirmasi bahwa 1998 SH2 memang merupakan komet.

Atas temuan ini, objek tersebut akan memperoleh penamaan tambahan sebagai komet dengan kode sementara P/1998 SH2. “Begitulah cara kerja ilmu pengetahuan, Anda membentuk hipotesis, lalu Anda berusaha mengujinya,” kata Olivier Hainaut, seorang astronom dari European Southern Observatory dan salah satu penulis studi tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....