Ribuan Puing Antariksa Kecil Ditemukan di Orbit Geostasioner

  • 14 Jul 2026 22:34 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Peneliti menemukan puing antariksa kecil di orbit geostasioner.
  • Puing mengancam satelit komunikasi dan cuaca bernilai tinggi.
  • Sampah antariksa di orbit tersebut dapat bertahan sangat lama.

RRI.CO.ID, Jakarta - Peneliti dari University of Warwick, Inggris, menemukan kumpulan puing antariksa kecil yang sebelumnya tidak terdeteksi di orbit geostasioner. Orbit itu merupakan salah satu wilayah paling penting bagi operasional satelit.

Fragmen berukuran sekitar lima sentimeter itu dinilai berpotensi membahayakan satelit-satelit bernilai tinggi. Utamanya yang digunakan untuk komunikasi, penyiaran televisi, layanan internet, pengamatan Bumi, hingga pemantauan cuaca.

Orbit geostasioner berada pada ketinggian sekitar 36 ribu kilometer di atas permukaan Bumi. Satelit yang berada di orbit ini bergerak mengikuti rotasi Bumi.

Sehingga, mereka tampak tetap berada di atas satu titik di garis khatulistiwa. Posisi tersebut membuat satelit mampu mengamati wilayah yang sangat luas secara terus-menerus.

Para peneliti menemukan puing-puing tersebut setelah menganalisis kembali data survei sampah antariksa menggunakan algoritma pemrosesan citra terbaru. Data Isaac Newton Telescope di Kepulauan Canary berhasil mengungkap fragmen-fragmen yang sebelumnya terlalu kecil dan redup untuk dideteksi.

Mengutip Space.com, tim menemukan 25 jejak puing baru. Sekitar 80 persen di antaranya berasal dari objek yang sebelumnya tidak diketahui.

Menurut mereka, keberadaan puing di orbit geostasioner jauh lebih mengkhawatirkan dibandingkan di orbit rendah Bumi. Pada ketinggian tersebut hampir tidak ada atmosfer yang memperlambat pergerakan puing sehingga tidak akan terbakar saat memasuki atmosfer.

Akibatnya, sampah antariksa dapat bertahan di orbit selama waktu yang sangat lama dan terus menumpuk. Tim peneliti menyebut kondisi tersebut berpotensi menjadi "ladang ranjau" bagi satelit yang beroperasi di orbit geostasioner.

Mereka menilai setiap peluncuran satelit ke wilayah tersebut seharusnya didahului dengan survei puing antariksa yang memadai. Tanpa upaya pemantauan, sampah antariksa di orbit geostasioner diperkirakan terus meningkat dan membuat pengoperasian satelit menjadi berisiko.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....