Rumah Pendidikan Raih Pengakuan Dunia lewat Penghargaan PBB
- 11 Jul 2026 18:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Superaplikasi Rumah Pendidikan memenangkan kategori e-Government pada WSIS Prizes 2026, mengalahkan 1.596 inovasi digital dari 122 negara.
- Platform Rumah Pendidikan telah diintegrasikan dengan 66 layanan pendidikan dan digunakan oleh lebih dari 6,9 juta pengguna di Indonesia.
- Penghargaan ini merupakan pengakuan pertama kalinya Indonesia meraih predikat Winner WSIS Prizes sejak ajang diselenggarakan pada 2012.
- Rumah Pendidikan menyediakan 4.843 sumber belajar gratis dan telah membantu lebih dari 104 ribu guru di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).
RRI.CO.ID, Jenewa - Superaplikasi Rumah Pendidikan meraih juara pertama kategori e-Government pada ajang World Summit on the Information Society (WSIS) Prizes 2026. Penghargaan diberikan Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui International Telecommunication Union di Jenewa, Swiss.
Rumah Pendidikan mengungguli 1.596 inovasi digital dari 122 negara. Prestasi tersebut menjadi pengakuan atas transformasi digital pendidikan Indonesia.
Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti mengatakan, penghargaan dipersembahkan bagi seluruh insan pendidikan Indonesia. Menurutnya, inovasi lahir untuk menjawab tantangan pemerataan pendidikan.
“Penghargaan ini kami persembahkan kepada murid, guru, tenaga kependidikan, dan seluruh insan pendidikan. Semangat mereka menginspirasi transformasi pendidikan Indonesia,” kata Suharti dalam keterangan tertulis, Sabtu, 11 Juli 2026.
Ia menegaskan teknologi membantu mengurangi kesenjangan layanan pendidikan di berbagai daerah. Namun, teknologi tetap berperan memperkuat guru sebagai pusat pembelajaran.
Rumah Pendidikan menghubungkan guru, murid, keluarga, sekolah, dan berbagai mitra. Platform tersebut menghadirkan layanan pendidikan yang inklusif dan mudah diakses.
“Pengakuan internasional ini menguatkan komitmen menghadirkan pendidikan bermutu bagi setiap anak Indonesia. Kami akan terus memperluas akses melalui transformasi digital,” ujar Suharti.
Deputi Wakil Tetap RI/Duta Besar PTRI Jenewa, Achsanul Habib mengatakan, PTRI Jenewa akan terus mendukung dan memperjuangkan kepentingan Indonesia di berbagai forum multilateral di Jenewa. Hal ini merupakan salah satu pusat diplomasi digital dunia.
"Keberhasilan Indonesia meraih predikat Winner WSIS Prizes 2026 pada kategori Action Line C7: e-Government merupakan pencapaian yang membanggakan bagi dunia pendidikan nasional. Terlebih, penghargaan ini untuk pertama kalinya sejak ajang ini diselenggarakan pada 2012," kata Achsanul.
Menurutnya, pengakuan ini menunjukkan bahwa inovasi Indonesia mampu bersaing di tingkat global. Sekaligus menjadi kebanggaan bagi guru, peserta didik, orang tua, dan seluruh masyarakat Indonesia.
"Pencapaian ini menegaskan bahwa teknologi dapat menjadi bagian dari solusi untuk memperluas akses, meningkatkan pemerataan kesempatan. Bahkan, menghadirkan pendidikan yang lebih inklusif dan bermutu bagi semua," ujarnya.
Saat ini Rumah Pendidikan mengintegrasikan 66 layanan pendidikan dalam satu platform. Aplikasi itu dimanfaatkan lebih dari 6,9 juta pengguna di Indonesia.
Rumah Pendidikan juga menyediakan 4.843 sumber belajar gratis bagi masyarakat. Platform tersebut membantu lebih dari 104 ribu guru di daerah 3 T (tertinggal, terdepan, dan terluar).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....