Mengenal Gerhana: Pengertian, Jenis, dan Proses Terjadinya

  • 09 Jul 2026 15:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Gerhana merupakan fenomena astronomi yang terjadi akibat posisi Bumi, Bulan, dan Matahari saling sejajar sehingga cahaya terhalang.
  • Gerhana terbagi menjadi gerhana matahari dan gerhana bulan, dengan beberapa jenis berdasarkan posisi bayangan yang terbentuk.

RRI.CO.ID, Jakarta - Gerhana merupakan fenomena astronomi yang terjadi ketika satu benda langit memasuki bayangan benda langit lainnya. Peristiwa ini menjadi salah satu fenomena alam yang menarik untuk diamati.

Istilah gerhana berasal dari bahasa Sanskerta "grahaṇa" yang berarti tertutup atau terhalang. Dalam astronomi, gerhana terjadi karena posisi benda langit saling sejajar.

Secara umum, gerhana terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu gerhana matahari dan gerhana bulan. Keduanya memiliki proses yang berbeda sesuai posisi Bumi, Bulan, dan Matahari.

Gerhana matahari terjadi ketika Bulan berada di antara Bumi dan Matahari. Posisi tersebut menghalangi cahaya Matahari mencapai sebagian wilayah di Bumi.

Gerhana matahari terdiri atas tiga jenis, yaitu total, sebagian, dan cincin. Perbedaannya ditentukan oleh tingkat penutupan cahaya Matahari oleh Bulan.

Gerhana matahari total terjadi saat ketiga benda langit berada hampir segaris sempurna. Fenomena ini hanya dapat disaksikan dari wilayah tertentu di Bumi.

Sementara itu, gerhana bulan terjadi ketika Bumi berada di antara Matahari dan Bulan. Bayangan Bumi kemudian menutupi sebagian atau seluruh permukaan Bulan.

Gerhana bulan dibedakan menjadi empat jenis, yaitu total, sebagian, penumbra total, dan penumbra sebagian. Masing-masing bergantung pada posisi Bulan terhadap bayangan inti dan penumbra Bumi.

Pada gerhana bulan total, seluruh permukaan Bulan memasuki bayangan inti atau umbra Bumi. Sebaliknya, gerhana sebagian hanya menutupi sebagian permukaan Bulan.

Gerhana bulan penumbra terjadi ketika Bulan hanya melewati daerah penumbra Bumi. Jenis ini umumnya sulit dikenali karena perubahan cahayanya sangat tipis.

Proses terjadinya gerhana dipengaruhi oleh pergerakan Bumi, Bulan, dan Matahari dalam orbitnya. Keselarasan posisi ketiganya menentukan jenis gerhana yang dapat diamati.

Meski tidak terjadi setiap saat, gerhana merupakan fenomena alam yang dapat diprediksi para astronom. Peristiwa ini juga menjadi kesempatan mempelajari dinamika tata surya secara lebih mendalam. (Agnes Claudia Ohoira)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....