Sekolah dan Beasiswa Garuda Tingkatkan SDM Indonesia Berdaya Saing Global
- 09 Jul 2026 11:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Program Sekolah Garuda dan Beasiswa Garuda merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto yang dirancang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
- Pada tahun 2026, cakupan Program SMA Unggul Garuda Transformasi telah mencapai 42 sekolah dengan target 80 sekolah pada tahun 2029, plus pembangunan 20 SMA Unggul Garuda baru dengan empat sekolah sudah siap beroperasi.
- Pemerintah telah menetapkan 390 penerima Beasiswa Garuda Batch I tahun 2026 untuk memberikan kesempatan kepada lulusan terbaik menempuh pendidikan sarjana di universitas-universitas terbaik dunia.
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah menyatakan, program sekolah dan beasiswa garuda bertujuan untuk menyiapkan SDM unggul Indonesia yang mampu bersaing di tingkat global. Hal itu dikatakan Direktur Jenderal Sains dan Teknologi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Ahmad Najib Burhani.
Menurut Najib, Sekolah Garuda dan Beasiswa Garuda merupakan salah satu Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto. "Sekolah Garuda dan beasiswa Garuda memegang peranan krusial dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia," katanya dalam acara opening Orientasi Program SMA Unggul Garuda Transformasi dan Pembekalan Batch 1 Awardee Beasiswa Garuda Tahun 2026, di Kemendiktisaintek, Jakarta, Kamis, 9 Juli 2026.
Ia menjelaskan, upaya peningkatan kualitas SDM dilakukan melalui dua jalur yang saling melengkapi. Pertama, pemerintah memberikan berbagai intervensi pada pendidikan menengah melalui Program SMA Unggul Garuda Transformasi.
Kedua, pemerintah membuka akses pendidikan tinggi melalui Beasiswa Garuda. Melalui beasiswa ini, pemerintah memberikan kesempatan kepada lulusan terbaik untuk menempuh pendidikan sarjana di universitas-universitas terbaik dunia.
"Sekolah Garuda dan Beasiswa Garuda kami rancang sebagai satu kesatuan ekosistem yang tidak terpisahkan. Saling melengkapi tanpa mengurangi kesempatan bagi sekolah lainnya," ujarnya.
Menurutnya, orientasi Program SMA Unggul Garuda Transformasi dan pembekalan penerima Beasiswa Garuda merupakan agenda tahunan yang mulai diselenggarakan 2025. Pada tahun pertama pelaksanaannya, Kemendiktisaintek memberikan orientasi kepada 12 SMA serta melakukan pembekalan kepada 416 penerima beasiswa.
Pada 2026, cakupan Program SMA Unggul Garuda Transformasi meningkat secara signifikan. Hingga saat ini, Kemendiktisaintek telah menetapkan 42 SMA Unggul Garuda Transformasi.
"Ada pun target dari Sekolah Garuda Transformasi sampai dengan tahun 2029 mendatang adalah 80 sekolah. Serta ratusan sekolah yang ada di sekitarnya yang mendapatkan pengimbasan," ujarnya.
Selain memperkuat sekolah yang sudah ada, Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi juga mendapat amanah membangun 20 SMA Unggul Garuda baru. Hingga saat ini, empat sekolah telah selesai dibangun dan siap menerima peserta didik pada tahun ajaran 2026/2027.
Di sisi pendidikan tinggi, Najib menjelaskan bahwa Beasiswa Garuda merupakan bagian dari hilirisasi ekosistem Garuda. Setelah menyeleksi 416 penerima beasiswa pada 2025, pada tahun 2026 pemerintah telah menetapkan 390 penerima Beasiswa Garuda Batch I.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....