Next Step Perkuat Konektivitas Indonesia-Tiongkok lewat Perdagangan Pendidikan
- 08 Jul 2026 16:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Next Step membantu UMKM Indonesia menembus pasar Tiongkok dengan mengatasi hambatan birokrasi, bahasa, dan informasi pasar yang minim.
- Perusahaan telah memfasilitasi sekitar sepuluh pelaku usaha dengan nilai transaksi masing-masing melampaui Rp1 miliar setiap bulan.
- Next Step membuka kantor perwakilan resmi di Shanghai dan menyediakan layanan konsultasi pendidikan untuk akses studi di universitas Tiongkok.
- Assed Lussak, pendiri Next Step, adalah alumnus Hubungan Internasional UGM yang pernah menerima National Champion Scholarship dari Tanoto Foundation.
RRI.CO.ID, Jakarta - Next Step memperluas konektivitas Indonesia dan Tiongkok melalui perdagangan serta pendidikan. Perusahaan itu didirikan alumnus Hubungan Internasional UGM, Assed Lussak.
Assed melihat banyak UMKM kesulitan menembus pasar internasional. Hambatan meliputi birokrasi, bahasa, dan minimnya informasi pasar.
Ia menilai peluang ekspor ke Tiongkok masih sangat besar. Pasar tersebut memiliki jumlah penduduk mencapai 1,4 miliar jiwa.
Next Step membantu pelaku usaha memperoleh produk dari Tiongkok. Perusahaan juga mendampingi UMKM memasuki pasar ekspor.
Pendampingan dimulai dari analisis potensi produk hingga pencarian mitra bisnis. Next Step juga memfasilitasi penyusunan dokumen kerja sama.
Produk yang dikurasi mencakup komoditas, furnitur, dan industri kreatif. Seluruhnya dipersiapkan agar mampu bersaing di pasar Tiongkok.
"Kami mendampingi pelaku usaha sejak mengenal pasar hingga dokumen kerja sama. Kami ingin UMKM lebih percaya diri menembus pasar Tiongkok," kata Assed dalam keterangan tertulis, di Jakarta, 8 Juni 2026.
Hingga kini, sekitar sepuluh pelaku usaha telah difasilitasi. Nilai transaksi masing-masing melampaui Rp1 miliar setiap bulan.
Next Step juga membuka kantor perwakilan resmi di Shanghai. Langkah itu memperkuat pendampingan bagi pelaku usaha Indonesia.
Selain perdagangan, perusahaan mengembangkan layanan konsultasi pendidikan. Program itu membuka akses studi di berbagai universitas Tiongkok.
Layanan mencakup konsultasi jurusan hingga proses pencarian beasiswa. Pendampingan juga meliputi pendaftaran program studi.
Assed pernah menerima National Champion Scholarship dari Tanoto Foundation. Beasiswa itu membantunya aktif mengembangkan kapasitas selama kuliah.
Ia kemudian berkarier di perusahaan konsultan bisnis dan komunikasi. Pengalaman itu memperluas pemahamannya mengenai pembangunan daerah.
Assed juga aktif menjalankan misi sosial melalui Yayasan Tunas Bakti Nusantara. Yayasan bergerak dalam pemberdayaan masyarakat di berbagai daerah.
Program sosial dijalankan di Poso dan Nusa Tenggara Barat. Kegiatan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Menurut Assed, generasi muda berperan penting mendorong perubahan Indonesia. Ia berharap kolaborasi perdagangan dan pendidikan memperkuat daya saing bangsa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....