NASA Rampungkan Uji Teknologi CAPSTONE untuk Misi Bulan di Masa Depan
- 07 Jul 2026 15:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Misi CAPSTONE NASA berhasil menguji navigasi otonom dan sistem komunikasi luar angkasa di orbit Bulan sebagai bekal eksplorasi manusia jangka panjang.
- Wahana kecil CAPSTONE membuktikan mampu menentukan posisi secara mandiri meski kontak dengan Bumi sangat terbatas, menggunakan sistem navigasi optik berbasis kamera.
- Setelah hampir empat tahun pengujian, misi teknologi NASA berakhir pada Juni 2026, sementara wahana akan tetap dioperasikan oleh Advanced Space
RRI.CO.ID, Jakarta – NASA menyelesaikan rangkaian uji coba misi Cislunar Autonomous Positioning System Technology Operations and Navigation Experiment (CAPSTONE). Misi ini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan eksplorasi manusia secara berkelanjutan di Bulan.
Dikutip laman NASA, Selasa, 7 Juli 2026, CAPSTONE diluncurkan pada Juni 2022. CAPSTONE diluncurkan sebagai misi komersial pertama Amerika Serikat yang mencapai orbit Bulan.
Wahana berukuran sebesar oven microwave itu menguji orbit tiga benda (three-body orbit), memanfaatkan gravitasi Bumi dan Bulan. Hal ini membuat kebutuhan bahan bakar CAPSTONE dapat ditekan.
Setelah menyelesaikan misi utamanya, NASA memperpanjang operasional CAPSTONE selama 15 bulan untuk menguji berbagai teknologi baru. Di antaranya sistem komunikasi luar angkasa, jaringan antariksa, navigasi otonom, hingga teknologi satelit berbasis perangkat lunak.
Salah satu pencapaian utama CAPSTONE adalah keberhasilan menguji perangkat lunak autoNGC. Ini memungkinkan wahana menentukan posisi, arah, dan lintasan secara mandiri tanpa harus menunggu instruksi dari Bumi.
CAPSTONE pernah hanya memperoleh kesempatan berkomunikasi dengan Bumi beberapa kali dalam sepekan. Hal itu terjadi saat jaringan antena Deep Space Network NASA diprioritaskan untuk mendukung misi berawak Artemis II lalu.
Kondisi tersebut dimanfaatkan untuk menguji kemampuan navigasi optik yang mampu mengenali Bulan, Bumi, dan benda langit lainnya. NASA juga berhasil menguji teknologi Delay/Disruption Tolerant Networking (DTN).
Teknologi itu merupakan sistem komunikasi yang dirancang tetap bekerja meski terjadi jeda panjang atau gangguan sinyal di ruang angkasa. Data yang gagal terkirim disimpan sementara dan otomatis diteruskan saat koneksi tersedia hingga seluruh data berhasil diterima Bumi.
Keberhasilan CAPSTONE membuktikan wahana di orbit dapat dimanfaatkan kembali sebagai platform uji teknologi tanpa harus meluncurkan satelit baru. Pendekatan ini dinilai lebih hemat biaya sekaligus mempercepat pengembangan teknologi untuk misi-misi eksplorasi di masa depan.
NASA mengakhiri keterlibatannya dalam misi CAPSTONE pada Juni 2026 setelah hampir empat tahun pengembangan teknologi. Sementara itu, perusahaan Advanced Space akan terus mengoperasikan wahana tersebut sebagai laboratorium pengujian teknologi di orbit Bulan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....