Lengan Luar Galaksi Bima Sakti ternyata Lebih Luas dari Perkiraan

  • 02 Jul 2026 12:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Chandra NASA mengungkap lengan spiral terluar Galaksi Bima Sakti lebih luas dari perkiraan.
  • Peneliti mengukur jarak awan debu menggunakan data Chandra, XMM-Newton, dan gema cahaya sinar gamma.
  • Metode berbasis geometri memungkinkan pengukuran jarak lengan spiral Bima Sakti dengan lebih akurat.

RRI.CO.ID, Jakarta - Lengan spiral terluar Galaksi Bima Sakti kemungkinan membentang lebih jauh daripada yang selama ini diperkirakan. Hal itu diungkap oleh Observatorium sinar-X Chandra milik NASA.

Tim astronom melakukan ini dengan melakukan pengukuran jarak yang akurat ke awan debu di lengan spiral Bima Sakti. Mereka menggunakan data dari satelit Chandra milik NASA dan XMM-Newton, sebuah misi ESA dengan kontribusi NASA.

Hasil penelitian ini dijelaskan dalam jurnal Astronomy & Astrophysics, pada Rabu, 1 Juli 2026. Mereka menentukan jarak tersebut dengan mempelajari cincin-cincin di sekitar semburan sinar gamma.

Ini merupakan salah satu semburan cahaya paling terang di alam semesta akibat runtuhnya bintang masif atau penggabungan bintang neutron. Semburan-semburan ini terletak pada jarak yang sangat jauh melampaui batas galaksi kita.

Teknik pengukuran jarak ini memanfaatkan fenomena gema cahaya. Dengan kata lain, cahaya dari ledakan sinar gamma memantul dari awan debu di lengan spiral.

Diameter cincin dalam sinar-X menunjukkan jarak ke Bumi. Cincin yang lebih besar dihasilkan oleh awan debu yang lebih dekat dengan kita.

Ketiga lengan tersebut adalah lengan Perseus, lengan Luar, dan lengan Luar Scutum-Centaurus. Ini diukur berdasarkan urutan jarak yang semakin jauh dari Pusat Galaksi.

“Ini adalah cara yang sangat langsung. Kita hanya mengandalkan geometri untuk mengukur jarak ke lengan spiral Bima Sakti secara tepat,” kata Pemimpin penelitian ini, Beatrice Vaia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....