Peluncuran Misi Penyelamatan Satelit Swift Ditunda akibat Cuaca
- 01 Jul 2026 10:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Peluncuran misi LINK ditunda akibat cuaca buruk.
- LINK direncanakan akan menaikkan orbit satelit Swift milik NASA.
- Misi itu bertujuan mencegah Swift masuk kembali ke atmosfer Bumi.
RRI.CO.ID, Jakarta - Peluncuran pesawat ruang angkasa robotik LINK milik Katalyst untuk meningkatkan orbit Observatorium Neil Gehrels Swift milik NASA resmi ditunda. Sebelumya, misi ini dijadwalkan meluncur Selasa, 30 Juni 2026.
Namun, NASA memutuskan menunda peluncuran akibat kondisi cuaca yang tidak mendukung. Upaya peluncuran berikutnya direncanakan paling cepat pada Rabu, 1 Juli, pukul 21.43 UTC+12 (05.43 EDT).
Misi ini diketahui menggunakan roket Pegasus XL milik Northrop Grumman dari Atol Kwajalein, Kepulauan Marshall. LINK akan bermanuver mendekati, menangkap, dan secara perlahan menaikkan ketinggian orbit Swift selama beberapa bulan.
Langkah ini dinilai dapat mencegah satelit tersebut masuk kembali ke atmosfer Bumi pada akhir tahun ini. “Swift adalah alat serbaguna NASA dalam mempelajari alam semesta,” kata S. Bradley Cenko, peneliti utama Swift di Pusat Penerbangan Luar Angkasa Goddard NASA di Greenbelt, Maryland.
Atmosfer Bumi menimbulkan hambatan pada semua pesawat ruang angkasa di orbit Bumi rendah. Ini secara bertahap mengurangi ketinggiannya jika mereka tidak memiliki sistem propulsi untuk menangkal efek tersebut.
Gelombang aktivitas matahari yang meningkat baru-baru ini memperbesar dampak ini terhadap Swift, yang diluncurkan pada November 2004. Alih-alih membiarkan Swift kembali memasuki atmosfer, NASA memanfaatkan kesempatan ini untuk memajukan industri layanan satelit komersial AS.
Pesawat antariksa LINK memiliki berat sekitar 399 kilogram dan tinggi sekitar 1,5 meter. Panel surya sepanjang hampir 6 meter akan menyuplai daya untuk tiga pendorong ion dan tiga lengan robotik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....