LPDP Targetkan 80 Persen Beasiswa untuk Bidang STEM dan Industri Strategis

  • 30 Jun 2026 06:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) menargetkan 80 persen alokasi Beasiswa 2026 difokuskan pada bidang STEM serta industri strategis nasional.
  • Kebijakan tersebut mulai diterapkan guna mendukung penguatan sumber daya manusia berdaya saing dan kebutuhan pembangunan nasional.
  • Direktur Utama LPDP Yon Arsal menyebut kebijakan tersebut memperkuat pembangunan sumber daya manusia sesuai kebutuhan industri nasional mendatang

RRI.CO.ID, Jakarta - Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) menargetkan 80 persen alokasi Beasiswa 2026 difokuskan pada bidang STEM serta industri strategis nasional. Kebijakan tersebut mulai diterapkan guna mendukung penguatan sumber daya manusia berdaya saing dan kebutuhan pembangunan nasional.

Direktur Utama LPDP Yon Arsal menyebut kebijakan tersebut memperkuat pembangunan sumber daya manusia sesuai kebutuhan industri nasional mendatang. Kebijakan itu diharapkan meningkatkan daya saing lulusan menghadapi tantangan pembangunan dan transformasi ekonomi Indonesia.

“Kita peningkatan STEM bergerak terus. Pada 2025 itu 66 sampai 69 persen, 2026 di 74 persen. Kita akan coba sampai minimal 80 persen ke STEM dan STEM related,” kata Yon Arsal dalam media briefing pembukaan Beasiswa LPDP Tahap II Tahun 2026 di Gedung Djuanda, Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin, 29 Juni 2026.

Yon Arsal menyatakan 20 persen kuota Beasiswa LPDP tetap dialokasikan bagi bidang SHARE untuk pembangunan manusia berkelanjutan. Bidang STEM-related mencakup kebijakan publik, hukum, bisnis, dan ekonomi yang mendukung pengembangan industri strategis berbasis teknologi.

“Kesempatan beasiswa tetap kami prioritaskan bagi putra-putri terbaik dari daerah tertinggal, terdepan, dan terluar. Komitmen pemerataan akses pendidikan melalui jalur afirmasi tetap kami pertahankan di tengah penguatan fokus pada bidang STEM,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Beasiswa LPDP, Dwi Larso, mengatakan seleksi Beasiswa LPDP Tahap II Tahun 2026 menghadirkan sejumlah relaksasi persyaratan. Langkah tersebut dilakukan untuk memperluas akses masyarakat mengikuti program tersebut.

“Terdapat banyak perubahan ketentuan yang bersifat menguntungkan bagi para pendaftar. Terutama melalui penyesuaian persyaratan kemampuan bahasa Inggris dan perluasan pilihan perguruan tinggi tujuan,” ujar Dwi.

Ia menjelaskan, pelamar afirmasi tujuan luar negeri yang telah memiliki Letter of Acceptance (LoA) Unconditional tidak lagi diwajibkan melampirkan sertifikat kemampuan bahasa Inggris. Sementara bagi yang belum memiliki LoA, LPDP menambahkan opsi sertifikat bahasa Inggris yang diterbitkan pusat bahasa perguruan tinggi dalam negeri.

“Kami menambah pilihan sertifikat bahasa Inggris bagi pelamar tanpa LoA Unconditional, termasuk dari pusat bahasa perguruan tinggi. TOEP berlaku untuk tujuan dalam negeri, sedangkan Duolingo dapat digunakan pelamar yang melanjutkan studi ke luar negeri,” katanya.

LPDP menambah pilihan sertifikat bahasa Inggris dan menurunkan skor minimal bagi peserta Doctor by Research Talenta Riset Nasional. LPDP memperluas tujuan studi menjadi 31 universitas, termasuk 14 kampus tambahan khusus program studi STEM.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....