Menaker: Indonesia Butuh Pemimpin Muda Berjiwa Inovatif

  • 24 Jul 2026 17:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menaker Yassierli menekankan pentingnya pola pikir bertumbuh (growth mindset) bagi generasi muda untuk menjadi pemimpin inovatif yang mampu menghadapi tantangan masa depan.
  • Inovasi tidak harus selalu menciptakan sesuatu yang sepenuhnya baru, tetapi dapat berasal dari penambahan nilai pada hal yang sudah ada atau penyelesaian masalah masyarakat.
  • Pesan pengembangan kepemimpinan inovatif disampaikan dalam acara Tanoto Scholars Gathering 2026 yang diselenggarakan Tanoto Foundation di Pangkalan Kerinci, Riau.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengajak generasi muda membangun pola pikir bertumbuh (growth mindset) agar mampu menjadi pemimpin inovatif yang menjawab tantangan masa depan. Pesan tersebut disampaikan saat menjadi pembicara dalam Tanoto Scholars Gathering (TSG) 2026 yang diselenggarakan Tanoto Foundation di Pangkalan Kerinci, Riau.

Menurut Yassierli, inovasi tidak selalu berarti menciptakan sesuatu yang sepenuhnya baru. Inovasi dapat lahir dari upaya menghadirkan nilai tambah terhadap sesuatu yang telah ada maupun dari penyelesaian persoalan yang dihadapi masyarakat.

"Inovasi bisa lahir dari sebuah masalah. Maka, mulailah dari masalah nyata dan dekat dengan kalian untuk diperbaiki," ujar Yassierli dalam keterangan tertulis, Jumat, 24 Juli 2026.

Ia mengatakan, Indonesia membutuhkan lebih banyak pemimpin yang mampu menghasilkan inovasi untuk mendukung pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045. "Indonesia butuh inovasi, dan mimpi saya di 2045 Indonesia besar itu kalau kita menjadi innovation nation, dan spirit ini harus dimiliki seorang leader," katanya.

Tanoto Foundation menggelar Tanoto Scholars Gathering (TSG) 2026 di Kompleks PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), Pangkalan Kerinci, Riau, pada 23–25 Juli 2026. Kegiatan tersebut diikuti 240 penerima beasiswa TELADAN dari 10 perguruan tinggi mitra untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan generasi muda.

Mengusung tema Learn & Lead: Rooted in Purpose, Growing for Impact, forum tahunan ini menjadi bagian dari pembinaan penerima beasiswa TELADAN dalam memasuki fase kepemimpinan dari Lead Self menuju Lead Others. Peserta dibekali kemampuan memimpin, berkolaborasi, serta menciptakan dampak bagi masyarakat.

Head of Policy & Advocacy Tanoto Foundation, Eddy Henry, mengatakan kepemimpinan yang bermakna berawal dari tujuan yang jelas dan diwujudkan melalui tindakan yang konsisten. "Purpose mengingatkan mengapa kita melakukan apa yang kita lakukan, meneguhkan ketika harus mengambil keputusan sulit, dan tetap fokus ketika jalan di depan masih penuh ketidakpastian," kata Eddy.

Menurutnya, kepemimpinan tidak terbentuk secara instan. Tetapi dibangun melalui pilihan untuk terus belajar, mendengarkan, dan melakukan hal yang benar meski tidak mudah.

TSG 2026 diikuti 240 penerima beasiswa TELADAN dari 10 perguruan tinggi mitra Tanoto Foundation. Selain mengikuti sesi bersama para pemangku kepentingan, peserta juga memperoleh pengalaman lapangan melalui kunjungan industri dan pelatihan kepemimpinan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....