Djarum Foundation Bekali Mahasiswa Soft Skills Lewat Essay Contest

  • 26 Jun 2026 14:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Bakti Pendidikan Djarum Foundation menegaskan program Djarum Beasiswa Plus tidak hanya berfokus pada prestasi akademik, tetapi juga membekali mahasiswa dengan keterampilan nonakademik sebagai bekal memasuki dunia kerja.
  • Program Manager Bakti Pendidikan Djarum Foundation Abraham D. Oktaviari menyebut Djarum Beasiswa Plus melengkapi kompetensi mahasiswa di bangku kuliah
  • Program tersebut dirancang membangun kesiapan mahasiswa menghadapi dunia profesional setelah menyelesaikan pendidikan tinggi.

RRI.CO.ID, Badung – Bakti Pendidikan Djarum Foundation menegaskan program Djarum Beasiswa Plus tidak hanya berfokus pada prestasi akademik. Program ini juga membekali mahasiswa dengan keterampilan nonakademik sebagai bekal memasuki dunia kerja.

Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui Essay Contest Beswan Djarum 2025/2026. Program Manager Bakti Pendidikan Djarum Foundation Abraham D. Oktaviari menyebut Djarum Beasiswa Plus melengkapi kompetensi mahasiswa di bangku kuliah.

“Kami ingin melengkapi apa yang sudah didapat mahasiswa di bangku kuliah. Khususnya, kemampuan nonakademik dan kesejahteraan emosional agar mereka siap memasuki dunia kerja,” kata Abraham saat diwawancarai awak media di sela Final Nasional Essay Contest Beswan Djarum 2025/2026 di Badung, Bali, Jumat, 26 Juni 2026.

Menurut Abraham, Djarum Beasiswa Plus bertujuan membantu penerima beasiswa memperoleh pekerjaan layak dan penghasilan yang baik. Ia mengatakan program tersebut juga mendorong lulusan berkontribusi bagi masyarakat serta pembangunan bangsa.

Selain ajang kompetisi menulis, Abraham menjelaskan Essay Contest juga mendorong mahasiswa berani menyampaikan gagasan yang lahir dari persoalan nyata. Gagasan tersebut diharapkan berkembang menjadi solusi yang inovatif dan dapat diwujudkan dalam aksi nyata.

“Kami mencari ide yang berangkat dari keresahan peserta sendiri. Yang paling penting mereka memiliki empati, berani menawarkan solusi, lalu mewujudkannya menjadi aksi nyata,” katanya.

Ia menambahkan karya para finalis tidak berhenti sebagai naskah kompetisi, melainkan akan dipublikasikan. Langkah ini dilakukan agar menjadi ruang diskusi publik mengenai berbagai persoalan sosial.

“Hasil karya finalis akan kami publikasikan agar menjadi ruang diskusi publik mengenai berbagai persoalan sosial. Dengan begitu, solusi yang ditawarkan dapat dikembangkan dan diterapkan bersama oleh berbagai pihak,” katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....