Misi Euclid Intip Jantung Bima Sakti, Buka Jalan untuk Temukan Planet Tersembunyi

  • 25 Jun 2026 14:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Euclid memotret inti Bima Sakti untuk mendukung survei Teleskop Roman NASA.
  • Kolaborasi data keduanya memperpanjang pengamatan pusat galaksi hingga dua tahun.
  • Berpotensi menemukan planet pengembara dan jutaan lubang hitam tersembunyi.

RRI.CO.ID, Jakarta - Teleskop Euclid milik ESA yang didukung NASA berhasil menangkap gambaran baru wilayah inti Galaksi Bima Sakti. Observasi ini menjadi pratinjau penting bagi Teleskop Nancy Grace Roman meluncur pada musim panas tahun ini.

Mengutip NASA, pengamatan Euclid mencakup area yang nantinya akan menjadi target survei Galactic Bulge Time-Domain Survey oleh Roman. Data itu menguntungkan astronom karena memungkinkan mereka mempelajari pusat galaksi lebih lama dan lebih detail.

Menurut ilmuwan NASA Jet Propulsion Laboratory, Jason Rhodes, ini satu-satunya Euclid menghentikan sementara survei kosmologi rutinnya demi pengamatan khusus. Kombinasi data Euclid dan Roman diharapkan dapat membantu memetakan Bima Sakti dengan lebih akurat.

Tak hanya itu, data-data akan membantu menemukan objek kosmik langka. Contohnya, lubang hitam yang mengembara sendirian dan planet pengembara yang tidak mengorbit bintang.

Dalam satu hari pengamatan pada Maret 2025, Euclid memotret area langit seluas sekitar lima derajat persegi. Angka ini setara 25 kali ukuran Bulan purnama.

Sementara itu, Roman nantinya akan memantau wilayah yang lebih kecil namun jauh lebih mendalam selama lima tahun. Roman akan mengamati perubahan ratusan juta bintang secara berulang.

Salah satu target utama Roman adalah peristiwa microlensing. Ini merupakan fenomena ketika gravitasi suatu objek masif membelokkan dan memperbesar cahaya bintang yang berada di belakangnya.

Melalui metode ini, Roman dapat menemukan planet baru, bintang redup, hingga lubang hitam yang selama ini tersembunyi. Para ilmuwan bahkan memperkirakan terdapat sekitar 100 juta lubang hitam bermassa bintang di Bima Sakti.

Namun, sebagian besar belum pernah terdeteksi karena tidak memiliki bintang pendamping. Dengan bantuan data awal dari Euclid, Roman akan lebih mudah mengidentifikasi objek-objek tersebut dan mengukur massanya secara akurat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....