Riset di ISS Buka Jalan Terapi Masa Depan, dari Tulang Rawan hingga Pencernaan
- 21 Jun 2026 17:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Awak International Space Station meneliti pertumbuhan tulang rawan dan sistem pencernaan di mikrogravitasi.
- Hasil riset berpotensi menghasilkan terapi medis baru dan implan canggih di Bumi.
- Astronaut juga bersiap untuk spacewalk guna perawatan sistem robotik Canadarm2.
RRI.CO.ID, Jakarta - Awak Ekspedisi 74 di ISS tengah meneliti dampak kondisi tanpa gravitasi terhadap pertumbuhan tulang rawan dan sistem pencernaan. Mengutip NASA, Minggu, 21 Juni 2026, hal ini guna menjaga kesehatan astronaut serta pengembangan terapi medis di Bumi.
Selain itu, para awak juga mulai bersiap menghadapi spacewalk untuk perawatan sistem robotik yang dijadwalkan akhir bulan ini. Penelitian di lingkungan mikrogravitasi memberikan wawasan unik yang tidak dapat diperoleh di Bumi.
Temuan ini dimanfaatkan ilmuwan dan insinyur untuk mengembangkan terapi, obat-obatan, serta teknologi baru. Hal tersebut dinilai bermanfaat bagi kesehatan manusia dan desain wahana antariksa.
Eksperimen bioteknologi dilakukan dengan menumbuhkan sel tulang rawan di luar angkasa. Astronaut NASA, Jessica Meir dan Chris Williams, menangani sampel yang sebelumnya disimpan dalam freezer.
Kemudian, mereka mencairkannya dan diproses di dalam glovebox laboratorium Kibo. Sampel tersebut diberi nutrisi dan ditempatkan dalam inkubator untuk mendukung pertumbuhan jaringan.
Sementara itu, kosmonaut Roscosmos Sergey Kud-Sverchkov dan Sergei Mikaev meneliti pencernaan dengan perangkat ultrasound untuk memindai area perut. Data yang dihasilkan membantu memahami perubahan aliran darah dan bentuk organ pencernaan dalam kondisi mikrogravitasi setelah makan.
Data itu dapat diterapkan untuk meningkatkan kesehatan pencernaan di Bumi maupun di luar angkasa. Jessica Meir bersama astronaut ESA Sophie Adenot juga melakukan pemindaian organ dan pembuluh darah menggunakan perangkat EchoFinder-2.
Teknologi ini memanfaatkan augmented reality dan kecerdasan buatan untuk membantu identifikasi organ. Serta berpotensi memungkinkan pemantauan kesehatan mandiri dalam misi ke Bulan, Mars, dan seterusnya.
NASA dijadwalkan segera mengumumkan dua astronaut yang akan melakukan spacewalk pada 30 Juni. Tujuannya yakni untuk memperbaiki lengan robotik Canadarm2.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....