Curiosity Jelajahi Lapisan Rahasia Mars di Gunung Sharp
- 21 Jun 2026 17:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Curiosity menelusuri lapisan batuan berbeda di Gunung Sharp dengan tekstur dan warna beragam.
- Analisis dilakukan tanpa pembersihan batuan menggunakan instrumen seperti ChemCam, APXS, dan Mastcam.
- Eksplorasi berlanjut ke lapisan baru yang lebih halus untuk memahami sejarah geologi Mars.
RRI.CO.ID, Jakarta - Rover Curiosity saat ini tengah menelusuri Gunung Sharp di Mars dengan cara yang unik. Yakni melewati lapisan-lapisan batuan berbeda yang tersingkap di permukaan.
Mengutip NASA, Minggu, 21 Juni 2026, Curiosity “menjelajahi band” geologi dengan variasi tekstur dan warna batuan. Pada sol 4920 dan 4921, rover berada di area dengan batuan dasar bertekstur kasar dan berwarna gelap.
Karena permukaannya tidak memungkinkan untuk dibersihkan, tim ilmuwan menganalisis menggunakan instrumen APXS dan pencitraan mikro MAHLI. Mereka menargetkan batuan seperti “Salto La Cascada” dan “Puerto de Rosas”.
Instrumen ChemCam juga digunakan untuk melakukan spektroskopi pada batuan “Kishuara” serta batu kecil berlapis “La Rosita”. Selain itu, kamera RMI milik ChemCam menangkap citra bukit “Mishe Mokwa” serta area bukit pasir dengan variasi warna.
Mastcam turut mengambil mosaik gambar berbagai fitur geologi seperti saluran “Valle Grande”, bukit “Kimsa Chata”. Instrumen itu juga menangkap batu unik berbentuk seperti kapal induk bernama “El Matir”.
Perjalanan berikutnya membawa Curiosity lebih dekat ke batas atas lapisan batuan gelap. Analisis kembali dilakukan pada target seperti “Santa Gracia” dan “Laguna San Rafael”, meskipun permukaan tetap tidak memungkinkan untuk dibersihkan.
ChemCam kembali melakukan pengukuran komposisi. Sementara Mastcam mendokumentasikan struktur batuan berlapis dan bukit kecil “Miraflores” yang menunjukkan susunan unik antara batu gelap dan debu.
Kegiatan lain mencakup pengamatan jarak jauh pada unit terang di “Mishe Mokwa” serta survei pusaran debu menggunakan Navcam. Namun, tantangan muncul ketika data dari rencana perjalanan sol 4923 tidak segera diterima di Bumi.
Tanpa data tersebut, tim tidak dapat merencanakan aktivitas lanjutan seperti pergerakan rover atau pengamatan detail. Meski demikian, tim tetap menyusun rencana tiga sol berikutnya dengan berbagai aktivitas alternatif.
Ini termasuk pengambilan mosaik 360 derajat menggunakan Mastcam, pengukuran otomatis dengan AEGIS, survei debu, serta pengamatan atmosfer. Data yang tertunda akhirnya akan digunakan untuk merencanakan eksplorasi berikutnya.
Curiosity dijadwalkan memasuki lapisan batuan baru yang lebih halus dan berwarna terang. Sekaligus melanjutkan survei terhadap variasi geologi di Gunung Sharp.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....