Jejak Asteroid “Terpenggal” di Bulan Berpotensi Ditemukan Astronot Artemis II
- 11 Mei 2026 08:22 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Studi terbaru mengungkap cekungan South Pole–Aitken Basin terbentuk dari hantaman asteroid terdiferensiasi yang “terpenggal” saat tumbukan, menghasilkan bentuk kawah unik di sisi jauh Bulan.
- Material dari kedalaman lebih dari 90 km diperkirakan tersebar ke kutub selatan, memberi peluang astronot mengungkap struktur dalam Bulan pada misi NASA mendatang.
RRI.CO.ID, Jakarta - Astronot misi Artemis II diperkirakan menemukan jejak dampak asteroid yang “terpenggal” di permukaan Bulan. Mengutip Space.com, area itu kemungkinan terletak di wilayah kutub selatan yang menjadi target pendaratan manusia.
Penelitian tersebut menyoroti cekungan South Pole–Aitken Basin (SPA). Ini merupakan kawah raksasa berdiameter lebih dari 2 ribu kilometer di sisi jauh Bulan.
Area ini diduga terbentuk akibat hantaman asteroid terdiferensiasi. Artinya yakni benda langit yang telah memiliki inti besi padat dan lapisan luar berbatu.
Tim peneliti yang dipimpin Shigeru Wakita menggunakan simulasi 3D resolusi tinggi untuk merekonstruksi proses tumbukan tersebut. Hasilnya menunjukkan, bentuk cekungan ini paling sesuai dijelaskan oleh asteroid berdiameter sekitar 260 kilometer yang menghantam Bulan.
Asteroid ini diperkirakan datang dari arah utara ke selatan dengan kecepatan sekitar 13 kilometer per detik. Benda langit ini juga datang dari sudut rendah, sekitar 30 derajat.
Sudut tumbukan yang landai ini menjadi faktor kunci. Dalam skenario tersebut, bagian atas asteroid terlepas saat memasuki permukaan Bulan.
Sementara itu, inti besinya terus melaju dan membentuk karakteristik cekungan SPA. Fenomena ini dianalogikan sebagai asteroid yang “terpenggal” saat menghantam permukaan.
Lebih jauh, tumbukan tersebut kemungkinan besar melemparkan material dari kedalaman lebih dari 90 kilometer ke kutub selatan Bulan. Artinya, astronot yang mendarat di wilayah tersebut berpeluang menemukan endapan yang berasal dari bagian dalam Bulan.
Jika misi terlaksana sesuai rencana, maka sampel yang dikumpulkan berpotensi mengandung material hasil lontaran dari cekungan SPA. Meski demikian, NASA telah memperbarui jadwalnya, dengan pendaratan manusia di Bulan direncanakan tidak lebih awal dari tahun 2028.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....