Misteri Galaksi Mati Terkuak, Ilmuwan Temukan “Angin Pembunuh” Kosmik

  • 12 Jun 2026 12:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Ilmuwan menemukan “angin pembunuh galaksi” yang menghambat pembentukan bintang di galaksi awal.
  • Pengamatan James Webb Space Telescope dan Atacama Large Millimeter/submillimeter Array mengungkap fenomena pada galaksi CRISTAL-02.
  • Tabrakan galaksi dan ledakan supernova memicu angin kuat yang mengusir gas pembentuk bintang.

RRI.CO.ID, Jakarta - Ilmuwan mengungkap petunjuk baru terkait misteri lama dalam evolusi galaksi. Yakni alasan banyak galaksi masif di alam semesta awal “mati” jauh lebih cepat dari perkiraan.

Mengutip Space.com, Jumat, 12 Juni 2026, pengamatan terbaru menggunakan James Webb Space Telescope dan Atacama Large Millimeter/submillimeter Array. Dalam kajian astronomi, galaksi disebut “hidup” ketika aktif membentuk bintang, dan “mati” saat proses tersebut berhenti.

Di alam semesta modern, galaksi mati merupakan hal umum. Namun, para ilmuwan dibuat heran karena jumlah galaksi mati yang besar juga ditemukan pada masa awal alam semesta.

Seharusnya, menurut mereka, galaksi masih berada dalam fase pertumbuhan pesat. Mereka akhirnya mengamati galaksi jauh bernama CRISTAL-02.

Para peneliti mendeteksi adanya “angin pembunuh galaksi”, yakni aliran gas berkecepatan tinggi yang menghempaskan material penting pembentuk bintang keluar galaksi. Temuan ini diyakini dapat menjelaskan fenomena banyaknya galaksi mati di kosmos muda, sebagaimana disampaikan Royal Astronomical Society.

Wilayah padat di alam semesta mirip kota yang sangat aktif. Hal ini dijelaskan peneliti utama, Rebecca Davies dari Swinburne University of Technology.

Ia menyebut, tabrakan antar galaksi memicu lonjakan pembentukan bintang. Namun, ketika bintang-bintang besar meledak sebagai supernova, dihasilkan angin kuat yang mengusir gas yang dibutuhkan untuk membentuk bintang baru.

Observasi menunjukkan CRISTAL-02 berada sekitar satu miliar tahun setelah Dentuman Besar (Big Bang) dan tengah mengalami pertumbuhan cepat. Laju pembentukan bintangnya bahkan mencapai dua kali lipat dibanding galaksi sejenis pada era yang sama.

Namun, di saat bersamaan, terdeteksi semburan besar gas dingin yang menjulur jauh keluar dari galaksi. Ini indikasi kuat adanya material yang terlempar ke ruang antargalaksi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....