Pola Cuaca Global Bergeser, Tantangan Prediksi Dinilai Kian Kompleks
- 05 Jun 2026 07:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Dwikorita menyebut cuaca saat ini lebih sulit diprediksi dibandingkan beberapa dekade lalu akibat perubahan iklim global
- Pemanasan global mengganggu stabilitas atmosfer dan mempercepat siklus hidrologi yang berperan dalam pembentukan hujan
- Frekuensi, intensitas, dan durasi cuaca ekstrem basah maupun kering semakin meningkat sehingga pola cuaca historis mengalami gangguan
RRI.CO.ID, Jakarta - Guru Besar UGM dan Pakar Mitigasi Bencana Dwikorita Karnawati mengatakan cuaca kini semakin sulit diprediksi dibandingkan beberapa dekade lalu. Kondisi tersebut terjadi akibat perubahan iklim global yang mengacaukan pola cuaca historis di berbagai wilayah.
“Memang saat ini demikian kenyataannya cuaca lebih sulit diprediksi dibandingkan beberapa dekade lalu. Karena perubahan iklim global yang mengacaukan pola cuaca historis,” ujarnya dalam sebuah dialog secara daring di Jakarta, Selasa, 2 Juni 2026.
Menurut Dwikorita, pemanasan global disebabkan oleh peningkatan suhu rata-rata bumi yang mengganggu stabilitas atmosfer. Gangguan tersebut turut memengaruhi siklus hidrologi sehingga proses pembentukan hujan berlangsung lebih cepat.
“Jadi pemanasan global ini dampak dari meningkatnya suhu rata-rata bumi yang mengganggu stabilitas atmosfer. Dan gangguan ini juga berdampak pada semakin cepatnya atau terganggunya siklus hidrologi,” kata Dwikorita.
Ia menjelaskan peningkatan suhu global membuat siklus hidrologi mengalami percepatan dan perubahan signifikan. Kondisi itu memicu meningkatnya kejadian cuaca ekstrem basah maupun ekstrem kering secara bersamaan.
Dwikorita menyebut frekuensi kejadian cuaca ekstrem saat ini semakin sering dibandingkan periode sebelumnya. Selain lebih sering terjadi, intensitas dan durasi peristiwa ekstrem juga semakin meningkat.
“Berdampak pada kejadian kondisi ekstrim cuaca ekstrim, baik ekstrim basah, ekstrim kering kejadian ekstrim menjadi semakin sering. Dan intensitas ekstremitasnya juga semakin meningkat dan durasinya semakin panjang dan secara umum, pola cuaca historis juga mengalami gangguan,” ucapnya.
Menurutnya, perubahan tersebut menyebabkan pola cuaca historis yang selama ini menjadi acuan mengalami gangguan. Akibatnya, prakiraan cuaca menjadi lebih menantang dibandingkan kondisi beberapa dekade sebelumnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....