Jupiter ternyata Berperan Membantu Bumi Mendapatkan Unsur Penting Kehidupan

  • 04 Jun 2026 20:33 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Penelitian NASA menunjukkan Bumi memperoleh sebagian besar fosfor dan nitrogen dari planetesimal di wilayah dalam Tata Surya.
  • Temuan ini berbeda dari teori yang mengatakan Bumi mendapatkan unsur-unsur tersebut dari meteorit dari wilayah luar Tata Surya.

RRI.CO.ID, Jakarta - Ilmuwan yang didukung oleh NASA menemukan petunjuk mengenai bagaimana Bumi purba memperoleh unsur-unsur penting yang memungkinkan kehidupan berkembang. Mengutip laman resminya, Kamis, 4 Juni 2026, temuan ini dipublikasikan dalam jurnal Science Advances.

Penelitian tersebut dipimpin oleh Rice University. Mereka mengungkap kemungkinan peran besar Jupiter dalam mengatur distribusi unsur-unsur tersebut di Tata Surya muda.

Hasilnya menunjukkan, Bumi kemungkinan memperoleh sebagian besar persediaan fosfor dan nitrogen. Bumi menemukan fosfor dan oksigen dari wilayah dalam Tata Surya.

Temuan ini berbeda dari teori sebelumnya yang menyebutkan unsur-unsur tersebut terutama dibawa oleh meteorit dari wilayah luar Tata Surya. Penulis senior penelitian, Rajdeep Dasgupta mengatakan, pertumbuhan Jupiter memainkan peran penting dalam menentukan distribusi bahan kimia dasar.

Penulis utama penelitian, Debjeet Pathak, menjelaskan bahwa Bumi memperoleh sebagian besar fosfor dan nitrogen dari planetesimal wilayah dalam Tata Surya. Menurutnya, proses tersebut tidak memerlukan kontribusi besar dari meteorit kondrit yang berasal dari wilayah luar Tata Surya.

Lebih dari 4,5 miliar tahun lalu, Tata Surya terbentuk dari awan gas dan debu yang mengelilingi Matahari muda. Dari material inilah terbentuk planet, bulan, dan berbagai benda langit lainnya.

Di antara unsur-unsur dalam awan tersebut, nitrogen dan fosfor memiliki peran penting. Keduanya merupakan bagian dari enam unsur dasar kehidupan (CHNOPS, karbon, hidrogen, nitrogen, oksigen, fosfor, dan sulfur).

Pada tahap awal pembentukan Tata Surya, gas dan debu menggumpal membentuk planetesimal, yaitu benda-benda kecil yang menjadi cikal bakal planet. Tabrakan antarbenda ini menghasilkan pecahan yang kemudian membentuk asteroid, meteorit, hingga planet seperti Bumi.

Para ilmuwan mempelajari sejarah awal Tata Surya melalui dua jenis meteorit utama, yaitu meteorit besi dan kondrit (chondrites). Meteorit besi berasal dari generasi planetesimal tertua, sedangkan kondrit terbentuk dari generasi kedua yang muncul sekitar dua hingga tiga juta tahun kemudian.

Mereka menganalisis rasio fosfor dan nitrogen pada kedua jenis meteorit tersebut. Hasilnya, para peneliti berhasil memetakan distribusi kedua unsur itu di Tata Surya awal.


Hasil penelitian menunjukkan, generasi pertama planetesimal memiliki rasio fosfor terhadap nitrogen yang lebih tinggi di wilayah luar Tata Surya. Namun, pola tersebut berbalik pada generasi kedua, di mana rasio lebih tinggi justru ditemukan di wilayah dalam Tata Surya.

Mereka menduga perubahan ini terjadi setelah Jupiter mulai terbentuk dan tumbuh menjadi planet raksasa. Gravitasi Jupiter yang sangat kuat diyakini menghambat perpindahan fosfor dan nitrogen dari wilayah dalam ke wilayah luar Tata Surya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....