Pengendalian Diri Dinilai Jadi Tantangan Terbesar Manusia Modern
- 29 Mei 2026 18:04 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan, otomatisasi, dan konektivitas global telah mengubah pola kerja masyarakat secara drastis
- Masalah terbesar justru berada pada kemampuan manusia mengelola dirinya sendiri
- Masa depan akan lebih banyak dimiliki oleh mereka yang mampu mengelola kesadarannya
RRI.CO.ID, Jakarta - Founder Restorasi Jiwa Indonesia (RJI), Syam Basrijal menilai, banyak orang gagal berkembang karena tidak mampu mengelola dirinya sendiri. Menurutnya, tantangan terbesar di era Gig Economy bukan lagi soal kurangnya peluang, melainkan kesiapan individu memanfaatkan peluang tersebut secara konsisten.
Syam mengatakan, perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan, otomatisasi, dan konektivitas global telah mengubah pola kerja masyarakat secara drastis. Kondisi tersebut melahirkan ekosistem Gig Economy yang memungkinkan seseorang bekerja fleksibel tanpa terikat pola kerja konvensional.
“Di era Gig Economy, yang menentukan masa depan bukan siapa yang memiliki peluang lebih banyak. Tetapi, siapa yang memiliki sistem diri lebih siap,” kata Syam dalam tulisannya mengenai tantangan dunia kerja modern di tengah berkembangnya Gig Economy dikutip, Jumat, 29'Mei 2026.
Ia menjelaskan, saat ini banyak profesi baru tumbuh melalui platform digital, mulai kreator konten, penulis, programmer, digital marketer, hingga konsultan independen. Menurutnya, terbukanya akses teknologi membuat hampir seluruh pengetahuan dan keterampilan kini dapat dipelajari dengan mudah melalui internet.
Meski demikian, Syam menilai, banyak orang tetap kesulitan menjalankan hal yang sebenarnya sudah mereka pahami. Ia menyebut persoalan terbesar manusia modern saat ini bukan terletak pada pengetahuan, melainkan kemampuan mengeksekusi secara konsisten.
“Masalah terbesar justru berada pada kemampuan manusia mengelola dirinya sendiri,” ujar Syam. Menurutnya, banyak individu mudah kehilangan fokus, bingung menentukan arah, hingga gagal membangun hasil berkelanjutan dalam pekerjaannya.
Syam menjelaskan manusia tidak hanya digerakkan oleh logika berpikir, tetapi juga dipengaruhi bawah sadar, emosi, kebiasaan, keyakinan, serta identitas diri. Karena itu, ia mengembangkan, pendekatan bernama Hypno Success Method yang berfokus membangun sistem diri manusia secara menyeluruh.
Pendekatan tersebut dikembangkan melalui Restorasi Jiwa Indonesia dan Satya Mindcare dengan tiga tahapan utama. Tahapan itu meliputi Deep Reprogramming, Superconscious Alignment, serta Conscious Execution guna membangun tindakan yang lebih konsisten.
Menurut Syam, keberhasilan di era Gig Economy tidak cukup hanya ditentukan kemampuan teknis maupun keterampilan profesional semata. Ia menilai kemampuan mengelola emosi, menjaga disiplin, fokus, dan konsistensi menjadi faktor penting menghadapi perubahan zaman.
“Masa depan akan lebih banyak dimiliki oleh mereka yang mampu mengelola kesadarannya. Selain itu, mengendalikan dirinya dan membangun sistem hidup selaras,” ujar Syam.
Ia menambahkan, ketika seseorang tidak lagi dikontrol sistem kerja konvensional, maka keberhasilan sangat bergantung pada kemampuan mengendalikan diri sendiri. Menurutnya, Gig Economy pada akhirnya menjadi ujian kedewasaan manusia dalam mengelola kebebasan hidup dan pekerjaannya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....