FOMO di Era Digital Terkait Kesehatan Mental, Ketahui Artinya

  • 29 Mei 2026 20:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • FOMO atau fear of missing out merupakan kondisi takut tertinggal tren, informasi, atau pengalaman orang lain yang banyak dipicu media sosial.
  • FOMO dapat berdampak buruk bagi kesehatan mental, seperti memicu stres, kecemasan, rasa kesepian, rendah diri, hingga gangguan produktivitas.
  • Penggunaan media sosial secara bijak dan membatasi waktu bermain gadget dinilai penting untuk mencegah dampak negatif FOMO terhadap kualitas hidup.

RRI.CO.ID, Jakarta - FOMO sering dialami pengguna media sosial di tengah perkembangan teknologi digital saat ini. Perasaan takut tertinggal tren atau informasi dapat memicu kecemasan berlebihan pada seseorang.

FOMO juga muncul ketika seseorang merasa tertinggal melihat pengalaman menyenangkan orang lain di media sosial. Kondisi ini membuat banyak orang sulit lepas dari gadget dan koneksi internet setiap hari.

Apa Itu FOMO?

FOMO atau fear of missing out adalah kondisi saat seseorang takut melewatkan pengalaman penting orang lain. Istilah ini pertama dikenalkan Dr. Andrew K. Przybylski pada 2013 untuk menjelaskan kecemasan sosial digital.

Orang yang mengalami FOMO sering merasa hidupnya kurang menarik dibandingkan kehidupan orang lain. Kondisi tersebut membuat seseorang terus mengikuti tren agar tidak merasa tertinggal dari lingkungan sosialnya.

Hubungan antara FOMO dan Media Sosial

Media sosial dinilai memperkuat munculnya FOMO karena pengguna sering membagikan momen terbaik kehidupannya. Unggahan tersebut membuat sebagian orang merasa tertinggal atau kurang bahagia dibandingkan orang lain.

Pengguna media sosial yang mengalami FOMO biasanya sulit membatasi waktu penggunaan gadget setiap harinya. Mereka terus memeriksa informasi terbaru karena takut melewatkan tren atau pembahasan populer di internet.

Sebaliknya, terdapat istilah JOMO atau joy of missing out yang menggambarkan perasaan nyaman melewatkan tren tertentu. JOMO membuat seseorang lebih tenang menikmati waktu tanpa tekanan mengikuti aktivitas orang lain.

Mengutip dari berbagai sumber. Berikut dampak FOMO akibat Media Sosial terhadap Kesehatan Mental.

1. Meningkatkan rasa cemas dan stres

FOMO dapat memicu rasa cemas dan stres karena takut melewatkan pengalaman menyenangkan orang lain. Kondisi tersebut berisiko menyebabkan gangguan tidur, kecemasan berlebihan, hingga depresi.

2. Menimbulkan perasaan kesepian

Terlalu sering melihat kehidupan orang lain di media sosial dapat memicu rasa kesepian dan tidak puas. Kondisi tersebut juga berisiko menurunkan harga diri serta memengaruhi kesehatan mental seseorang.

3. Menurunkan kepercayaan diri

Unggahan kehidupan sempurna di media sosial dapat membuat seseorang merasa kurang berharga dibandingkan orang lain. Kondisi tersebut sering memicu rasa minder dan menurunkan kepercayaan diri seseorang.

4. Memicu gangguan kesehatan mental

Penggunaan media sosial berlebihan dapat memicu stres dan kecemasan untuk selalu terlihat sempurna di internet. FOMO juga berisiko mendorong perilaku negatif yang dapat membahayakan kesehatan seseorang.

5. Mengganggu produktivitas dan konsentrasi

FOMO dapat mengganggu konsentrasi karena seseorang terus memeriksa media sosial dan informasi terbaru. Kondisi tersebut membuat fokus belajar atau bekerja menurun sehingga produktivitas ikut terganggu.

6. Menurunkan kualitas hidup

FOMO dapat memengaruhi kesehatan karena memicu stres, kelelahan, suasana hati buruk, dan gangguan tidur. Kondisi tersebut berisiko menurunkan kualitas hidup seseorang secara perlahan maupun tiba-tiba.

Penggunaan media sosial secara bijak dinilai penting untuk mencegah dampak buruk FOMO terhadap kesehatan mental. Membatasi waktu bermain gadget juga dapat membantu menjaga keseimbangan emosional seseorang. (Agnes Claudia Ohoira)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....