Montir Antariksa DARPA Siap Diluncurkan, Dapat Perbaiki Satelit Langsung di Orbit

  • 26 Mei 2026 17:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Program RSGS dari DARPA akan meluncurkan satelit robotik pada 2026 untuk memperbaiki dan merawat satelit di orbit.
  • Wahana Mission Robotic Vehicle (MRV) dilengkapi lengan robot untuk inspeksi, perbaikan, hingga peningkatan fungsi satelit.
  • Teknologi ini berpotensi memperpanjang umur satelit, menekan biaya, dan mengurangi sampah antariksa.

RRI.CO.ID, Jakarta - Badan riset pertahanan Amerika Serikat, DARPA, tengah mempersiapkan satelit robotik yang dirancang memperbaiki satelit di orbit luar angkasa. Misi ini, dilansir Space.com, Selasa, 26 Mei 2026, dijadwalkan meluncur pada musim panas mendatang.

Program ini bernama Robotic Servicing of Geosynchronous Satellites (RSGS). Misi tersebut disebut-sebut menjadi langkah besar dalam teknologi servis satelit di orbit geostasioner.

RSGS dikembangkan bersama perusahaan Northrop Grumman melalui anak usahanya, SpaceLogistics. Sistem utama misi ini adalah Mission Robotic Vehicle (MRV).

Ini merupakan wahana robotik yang dilengkapi lengan mekanis untuk inspeksi, perbaikan, pemindahan, hingga peningkatan kemampuan satelit di orbit. Teknologi tersebut ditujukan untuk memperpanjang usia operasional satelit yang berada di orbit geostasioner, sekitar 36 ribu kilometer dari Bumi.

Orbit ini menjadi lokasi penting bagi satelit komunikasi, cuaca, navigasi, dan pertahanan. Namun, selama ini hampir tidak memiliki kemampuan servis langsung apabila terjadi kerusakan.

DARPA menyebut misi ini sebagai terobosan. Hal ini karena memungkinkan satelit yang sebelumnya dianggap “sekali pakai” dapat diperbaiki dan digunakan lebih lama.

Selain mengurangi biaya peluncuran satelit baru, teknologi ini juga diharapkan membantu mengurangi sampah antariksa. Robot servis tersebut dikembangkan dengan teknologi robotika presisi tinggi kolaborasi DARPA, U.S. Naval Research Laboratory, dan dukungan NASA.

Setelah diluncurkan, MRV diperkirakan membutuhkan perjalanan sekitar 10 bulan. Kemudian, wahana ini direncanakan mulai beroperasi di orbit geostasioner pada 2027.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....